Global Petrol Prices merilis peringkat harga bensin dunia per 5 Oktober 2026. Berdasarkan pemeringkatan tersebut, Hong Kong tercatat sebagai wilayah dengan harga BBM termahal di dunia.
Mengutip data Global Petrol Prices, Minggu (11/10/2026), daftar disusun dari negara/wilayah dengan harga tertinggi hingga terendah. Lembaga ini tidak merinci jenis BBM yang dibandingkan, apakah RON 92, RON 95, atau lainnya.
Secara umum, negara berpendapatan tinggi cenderung mematok harga bensin lebih mahal, sedangkan banyak negara berkembang produsen dan pengekspor minyak menawarkan harga lebih rendah. Amerika Serikat menjadi pengecualian di kelompok negara maju karena harga bensinnya relatif murah. Kebijakan pajak dan subsidi di masing-masing negara juga berpengaruh terhadap perbedaan harga.
Advertisement
10 Negara/Wilayah dengan Harga BBM Termahal di Dunia
Berikut 10 negara dan wilayah dengan harga bensin termahal per 5 Oktober 2026.
1. Hong Kong
US$ 4,412 per liter atau sekitar Rp 78.937 per liter (kurs Rp 17.891 per US$).
2. Malawi
US$ 3,226 per liter atau sekitar Rp 57.718 per liter.
3. Norwegia
US$ 3,118 per liter atau sekitar Rp 55.785 per liter.
4. Denmark
US$ 2,860 per liter atau sekitar Rp 51.169 per liter.
5. Belanda
US$ 2,775 per liter atau sekitar Rp 49.649 per liter.
6. Israel
US$ 2,637 per liter atau sekitar Rp 47.180 per liter.
7. Finlandia
US$ 2,621 per liter atau sekitar Rp 45.893 per liter.
8. Swiss
US$ 2,559 per liter atau sekitar Rp 45.784 per liter.
9. Liechtenstein
US$ 2,549 per liter atau sekitar Rp 45.608 per liter.
10. Mayotte
US$ 2,488 per liter atau sekitar Rp 44.514 per liter.
Advertisement
Harga Minyak Global Naik 4% Seiring Eskalasi di Selat Hormuz
Sebelumnya, harga minyak mentah melonjak pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026 (Jumat pagi waktu Jakarta). Kenaikan tajam ini dipicu meningkatnya serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz serta ancaman Badai Isaias terhadap produksi lepas pantai AS di Teluk Meksiko.
Mengutip CNBC, Jumat (9/10/2026), harga minyak Brent naik 4% dan ditutup di US$ 104,28 per barel. Harga minyak WTI menguat 3,6% menjadi US$ 91,49 per barel.
Dalam sepekan terakhir, sembilan kapal tanker diserang di dalam dan sekitar Selat Hormuz, yang mengancam pemulihan arus minyak mentah melalui selat tersebut.
Harga sempat turun dari level tertinggi sesi setelah Presiden Donald Trump menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan umum sela November. Sebelumnya, NBC News melaporkan—mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya—Trump dan tim keamanan nasionalnya sedang mempertimbangkan untuk kembali melancarkan serangan dalam beberapa minggu mendatang.
Menurut data Kpler, sekitar 9,5 juta barel minyak per hari melintasi Selat Hormuz selama pekan yang berakhir pada Selasa, sekitar 30% di bawah tingkat normal sebelum perang Iran. Arus minyak mentah dari Timur Tengah, termasuk yang dialihkan melalui pipa, mencapai 16,4 juta barel per hari, hampir setara dengan tingkat sebelum perang.
Di Teluk Meksiko, perusahaan-perusahaan minyak menghentikan sekitar 500.000 barel per hari atau 25% dari total produksi lepas pantai akibat pergerakan Badai Isaias menuju pesisir Alabama, Mississippi, dan wilayah panhandle Florida.
Ketegangan di Timur Tengah juga meningkat. Militan Houthi yang didukung Iran di Yaman menembakkan rudal ke bandara di Riyadh dan kota Abha pada Selasa dan Rabu. Menurut media milik negara Al Arabiya, tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka.