Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen penegakan hukum di sektor pangan. Hingga saat ini, 102 orang yang terlibat praktik mafia pangan disebut telah dijebloskan ke penjara. Pernyataan itu ia sampaikan di kediamannya, kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
"Sudah 100 tersangka, 102 sampai hari ini. Tapi kalau ada yang mempermainkan pangan, InsyaAllah akan bertambah lagi ke depan," tegas Amran.
Ia menambahkan, penindakan tidak hanya menyasar pihak di luar kementerian. Pegawai hingga pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang terbukti melanggar juga diproses, termasuk penonaktifan dan permintaan penetapan tersangka ke aparat penegak hukum.
"Bukan saja dari luar, dari Kementerian Pertanian berapa kami pecat, berapa kami tersangkakan, minta ditersangkakan oleh penegak hukum. Itu ada kelas direktur dipenjara sekarang," ucapnya.
Mentan mewanti-wanti agar tidak ada pihak yang memanfaatkan kepentingan masyarakat untuk keuntungan pribadi.
"Yang selalu mempermainkan, pasti ada. Itu sudah kepastian karena ingin mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat kecil, dan itu perintah Presiden, basmi!" tegas Amran.
Advertisement
Satgas Pangan Polri Tetapkan 102 Tersangka (2024–2026)
Amran menyebut angka tersebut merupakan hasil penindakan Satgas Pangan Polri sepanjang 2024 hingga 2026 terhadap berbagai praktik kecurangan yang merugikan kepentingan pangan nasional.
“Banyak yang tidak senang. (Tapi) mafia kita beresin. Ini ada mafia, ada 102 tersangka. Presiden perintahkan, kirim ke neraka, siap Bapak Presiden,” ujar Amran.
Ia memastikan proses penegakan hukum terus berjalan dan membuka kemungkinan penetapan tersangka baru dalam beberapa bulan ke depan.
“Mudah-mudahan 3 bulan ke depan, ada lagi menyusul 20 orang. Ini musuh negara,” katanya.
Amran juga menginstruksikan jajarannya agar tidak terpengaruh oleh tekanan maupun kritik di media sosial saat menjalankan tugas pengawasan.
“Saya beritahu seluruh jajaran, enggak usah peduli. Kita tidak akan berhenti kerja,” tegasnya.
Advertisement
Kesiapan Stok Pangan Menghadapi El Nino
Di sisi lain, Amran menekankan pemerintah telah mengantisipasi ketersediaan pangan nasional dalam menghadapi cuaca ekstrem, termasuk ancaman El Nino dan kekeringan.
“Stok kita tertinggi selama Republik ini berdiri. Beras kita banyak, ada kekeringan, ada El Nino, enggak masalah,” ujar Amran.
Menurutnya, kesiapan cadangan tersebut merupakan hasil perencanaan yang disiapkan jauh-jauh hari. Ia menyebut kondisi sektor pertanian menunjukkan tren positif, dengan peningkatan ekspor dan penurunan impor pada sejumlah komoditas.
“Dunia krisis, tapi kita tenang-tenang. Itulah (berkat) Presiden kita (Prabowo Subianto). (Beliau) perintahkan, selesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” pungkas Amran.