Dominasi bisnis waralaba (franchise) asing di Indonesia resmi tergeser oleh produk lokal. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan per Agustus 2026, Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) untuk brand lokal telah mencapai 169 pendaftaran, melampaui brand asing yang berjumlah 163. Capaian ini menjadi pijakan kuat bagi pelaku usaha dalam negeri untuk mengepakkan sayap ke pasar Asia Tenggara melalui ajang FLEI Business Show edisi ke-27 dan Café & Brasserie Expo Indonesia (CBE) edisi ke-9 yang resmi dibuka di NICE PIK 2, Tangerang.
Pameran akbar besutan Panorama Media ini berlangsung hingga Minggu, 11 Oktober 2026, dengan menghadirkan ekosistem bisnis hulu ke hilir yang saling terhubung. FLEI memfasilitasi pertemuan pemilik brand waralaba dengan calon investor, sementara CBE menghubungkan pengelola kafe dan restoran dengan para pemasok bahan baku hingga peralatan operasional.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor KADIN Indonesia, Juan Permata Adoe, optimistis terhadap prospek internasionalisasi waralaba dalam negeri.
"Banyak brand Indonesia, khususnya di sektor kuliner dan kopi, telah memiliki daya saing untuk masuk ke pasar regional. Yang dibutuhkan adalah akses jejaring dan mitra yang tepat, dan forum seperti International Business Summit membuka peluang tersebut," ujar Juan.
Mendukung langkah ekspansi tersebut, FLEI menggelar International Business Summit yang mempertemukan pelaku usaha dari enam negara, yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Malaysia. Lewat sesi Business Matching dan konsultasi bersama lembaga seperti World Franchise Associates, para pengusaha lokal diberikan jalur hijau untuk merambah pasar regional.
Ketua Umum WALI sekaligus Ketua Komite Tetap Kadin bidang Franchise, Levita G. Supit S.H., M.H., menilai pergeseran peta waralaba ini membuktikan kualitas merek lokal yang makin dipercaya.
"Brand waralaba lokal kini telah sejajar, bahkan mulai melampaui brand asing dari sisi jumlah pendaftaran. Ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap brand dalam negeri terus meningkat. Namun, calon mitra tetap perlu cermat, dan pameran seperti FLEI memberi ruang untuk membandingkan secara langsung serta memastikan brand yang dipilih telah terdaftar resmi," tutur Levita.
Advertisement
Kata Mendag
Menteri Perdaganganl, Budi Santoso yang turut hadir dalam pembukaan pameran menekankan pentingnya ajang ini bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
"Industri waralaba memiliki peran penting dalam memperluas kesempatan berusaha dan menggerakkan perdagangan dalam negeri. Kami mendorong brand lokal untuk terus memperkuat standar bisnisnya agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global, dan pameran seperti ini menjadi sarana yang efektif untuk mempertemukan pemilik brand dengan calon mitra," kata Budi Santoso.
President Director Panorama Media, Royanto Handaya, menambahkan bahwa pemodelan dua pameran yang disandingkan ini bertujuan memberikan solusi bisnis yang konkret.
"Kami menghadirkan kedua pameran ini berdampingan karena kebutuhan pasarnya saling terhubung. Investor yang menemukan konsep usaha di FLEI juga membutuhkan pemasok dan peralatan di CBE. Dengan mempertemukan seluruh mata rantai tersebut di satu lokasi, kami ingin setiap kunjungan menghasilkan tindak lanjut bisnis yang nyata," jelas Royanto.
Advertisement
Menyambung Rantai Pasok dan Pasar Kopi Nasional
Di area CBE 2026, fokus tertuju pada penguatan rantai pasok industri F&B dan kafe. Pameran ini menghadirkan sesi Business Matching, Cafe Talks, Latte Art Workshop, hingga Coffee Roasting Experience. Potensi sektor ini kian terakselerasi seiring laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang memproyeksikan konsumsi kopi Indonesia pada 2024/2025 melonjak hingga 4,8 juta karung (60 kg).
Ketua Umum DPP ASKI, Irsan Yumeno, menyebut tren pertumbuhan kedai kopi memberikan multiplier effect bagi petani lokal.
"Pertumbuhan jumlah kedai kopi berdampak langsung pada permintaan biji kopi dalam negeri, yang pada akhirnya menguatkan petani dan roaster lokal. Semakin banyak pelaku usaha kafe yang menggunakan kopi Nusantara, semakin besar nilai tambah yang kembali ke hulu," terang Irsan.
Hanya dengan satu akses tiket, pengunjung juga dapat mengeksplorasi Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE)edisi ke-2 di lokasi yang sama untuk kebutuhan acara perusahaan dan wisata insentif.
Sebagai Official Bank Partner, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memberikan penawaran instant cashback via QRIS myBCA dan cashback 50% Reward BCA untuk Kartu Kredit BCA. BCA turut memperkenalkan Ocean by BCA, portal digital yang menyediakan lebih dari 100 solusi operasional, finansial, dan transaksi bisnis.
Didukung oleh Lalamove (Official Logistic Partner) dan The 1O1 Hotel (Official Hotel Partner), pameran ini buka setiap hari pukul 10.00 hingga 20.00 WIB (penukaran tiket berakhir pukul 19.00 WIB).