Anak Muda Bingung Mulai Usaha, Mendag Rekomendasikan Bisnis Ini

Mendag Budi Santoso nilai bisnis waralaba cocok untuk pemula yang bingung mulai usaha karena sistemnya sudah siap

Auria Setiarum Cahayani
Anak Muda Bingung Mulai Usaha, Mendag Rekomendasikan Bisnis Ini
Potret Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam Opening Ceremony FLEI Business Show 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Jumat (9/10).

Banyak anak muda ingin meniti karier sebagai wirausahawan. Mereka memiliki semangat tinggi, namun kerap terhambat karena bingung harus mulai dari mana atau produk apa yang ingin dijual.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso menilai bisnis waralaba (franchise) menjadi solusi praktis bagi generasi muda yang ingin mengambil langkah awal dalam dunia usaha.

"Para pengusaha muda yang ingin bisnis tapi bingung mau bisnis apa, waralaba ini modal yang bagus. Sistemnya sudah ada, tinggal menjalankan," ujar Budi saat membuka FLEI Business Show 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Jumat (9/10).

Potensi waralaba dalam negeri juga kian menjanjikan. Data Kementerian Perdagangan per Agustus 2026 mencatat Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) untuk brand lokal sudah mencapai 169, melampaui brand asing yang berjumlah 163.

Program ‘Rasa Indonesia’

Untuk memperluas jangkauan bisnis lokal, Kemendag juga mendorong ekspansi restoran Indonesia ke luar negeri, khususnya melalui skema waralaba lewat program ‘Rasa Indonesia’.

Program ini digarap berkolaborasi dengan sejumlah instansi, seperti Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dalam waktu dekat, program ini bakal merealisasikan penandatanganan kerja sama pembukaan restoran Indonesia di Malaysia.

Pendampingan dari Nol

Di sisi lain, pemerintah melalui Kemendag menyiapkan program pendampingan bagi anak muda dari hulu ke hilir, salah satunya lewat program ‘Kampus Dagang’.

Program ini dikhususkan bagi mahasiswa untuk dibina membangun bisnis berorientasi ekspor dari nol. Saat ini, sebanyak 25 perguruan tinggi telah menjalin kerja sama.

"Kita ajari dari konsep, kurasi produk, sampai mereka siap ekspor. Kita ingin anak-anak muda ini bukan cuma cari kerja, tapi menciptakan lapangan kerja," tambah Budi.

Adapun pameran FLEI Business Show edisi ke-27 yang diinisiasi Panorama Media ini berlangsung hingga Minggu (11/10). Ajang ini digelar berbarengan dengan Café & Brasserie Expo (CBE) ke-9 serta melibatkan jejaring investor dari enam negara Asia Tenggara untuk mendorong ekspansi waralaba lokal ke pasar regional.

Rekomendasi