Menteri Keuangan Suahasil Nazara menanggapi tren penurunan gaya hidup atau lifestyle downgrade di masyarakat, mulai dari beralih menggunakan Pertalite dari Pertamax hingga membuat kopi sendiri untuk menekan pengeluaran. Ia menekankan perlunya penguatan kemampuan ekonomi melalui penciptaan pendapatan dan lapangan kerja.
"Saya menghargai seluruh pendapat dari masyarakat ya. Memang cara kerja ekonomi kita ini yang paling-paling penting menurut saya adalah bagaimana perekonomian kita ini menciptakan income, menciptakan pendapatan bagi masing-masing individu, bagi rumah tangga, bagi perusahaan, dan seterusnya," ujar Suahasil dalam Bicara Bersama Retno Pinasti di SCTV, dikutip Jumat (9/10/2026).
Suahasil menilai aktivitas ekonomi masyarakat memegang peran besar dalam mendorong pertumbuhan, sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya sebagian dari keseluruhan perekonomian. Karena itu, pemerintah mengarahkan belanja negara untuk menghasilkan efek berganda terhadap konsumsi, investasi, dan ekspansi usaha.
Ia menjelaskan, belanja negara pada 2026 mencapai sekitar Rp 4.000 triliun, sedangkan produk domestik bruto (PDB) diperkirakan sekitar Rp 25.000 triliun. Dengan perbandingan tersebut, kontribusi pemerintah sekitar 14–15% terhadap PDB, sementara porsi lebih besar berasal dari aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
"86%-nya lagi yang menciptakan adalah seluruh gerak ekonomi masyarakat itu. Rumah tangga yang terus konsumsi, pengusaha yang terus ekspansi, yang melakukan investasi baru, ekspor, baik produk dalam negeri maupun ekspor," kata Suahasil.
Ia menegaskan pentingnya menjaga efektivitas belanja negara agar manfaatnya optimal bagi masyarakat. Pemerintah juga tengah merancang APBN 2027 dengan belanja sekitar Rp 4.100 triliun dan target defisit 2,4% terhadap PDB, lebih rendah dibandingkan estimasi defisit 2026 sebesar 2,85%.
Menurut dia, penguatan aktivitas ekonomi diperlukan agar konsumsi rumah tangga dan kegiatan usaha terus menghasilkan pendapatan. Pemerintah menekankan transparansi dan kredibilitas pengelolaan APBN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.