Suahasil: Efisiensi Rp 306 Triliun Bukan Sekadar Pangkas Anggaran

Suahasil menegaskan efisiensi APBN 2025 Rp 306 triliun bukan pemotongan belaka. Ia juga menyebut fiskal dan Danantara bekerja beriringan. Simak penjelasannya.

Arief Rahman Hakim
Oleh Arief Rahman Hakim - Reporter
Suahasil: Efisiensi Rp 306 Triliun Bukan Sekadar Pangkas Anggaran
Menteri Keuangan Suahasil Nazara (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Suahasil Nazara menegaskan kebijakan efisiensi APBN pada awal 2025 senilai Rp 306 triliun bukan sekadar pemotongan anggaran. Menurutnya, langkah ini diarahkan untuk mengalihkan alokasi dana ke program yang dinilai lebih berdampak bagi masyarakat, seiring tetap terjaganya kinerja ekonomi.

Ia menyebut arahan efisiensi datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2025.

"Bapak Presiden terus mengatakan, itu banyak sekali yang harus diperbaiki efisiensi di dalam APBN, kita lakukan. Januari 2025, jangan lupa, kita mendapatkan perintah, ketika itu melakukan efisiensi anggaran di kaliber Rp 306 triliun," ungkap Suahasil, di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Ia menyadari kebijakan tersebut sempat dipersepsikan publik sebagai upaya memangkas anggaran.

"Tentu, waktu itu cukup banyak sekali beritanya, Dua tahun yang lalu seperti itu, Kesannya adalah potong, potong, potong, potong, anggaran. Tapi sebenarnya di balik potong-anggaran tersebut, adalah pijakan fundamental pondasi, untuk membuat APBN yang lebih berdampak kepada masyarakat," jelas dia.

Suahasil kemudian menautkan efisiensi dengan capaian indikator makro pada 2025.

"Sehingga efisiensi tersebut bisa digunakan untuk program unggulan bagi rakyat, dan hal tersebut terjadi berlangsung dengan pertumbuhan ekonominya tetap 5,11%, Inflasi 2025 2,9% dan seterusnya," tuturnya.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan Danantara dalam mendukung agenda pemerintahan.

"Fiskal sama Danantara itu, saudara kembar, kerjanya bareng, sinerginya harus terjadi, komunikasinya harus lancar," kata Suahasil di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Suahasil Soroti Langkah Penting Danantara

Menurut Suahasil, pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada 2025 menjadi salah satu tonggak penting. Aset BUMN sebagai kekayaan negara yang dipisahkan didorong menjadi motor penggerak untuk menopang perekonomian nasional.

"Membentuk Danantara, tingkatkan kapasitas investasi, gabungkan seluruh kekayaan negara yang dipisahkan, gabungkan, sinergikan, buat supaya lebih efisien, sehingga saya yakin nanti Pak Dony (Dony Oskaria COO Danantara) akan menguraikan ruang-ruang efisiensi yang membuat Danantara bisa bekerja lebih keras, lebih kuat, bersama APBN," jelas dia.

Ia menambahkan, kedekatan BUMN dengan fiskal atau APBN bergerak dalam koridor yang sama untuk mencapai visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Makanya tadi saya buka dengan APBN dan Danantara itu, mau dibilang anak kembar boleh, mau dibilang saudara dekat boleh, mau dibilang teman bekerja sejalan boleh. Untuk apa? Untuk mewujudkan visi-visi besar Presiden, untuk mewujudkan visi-visi besar Republik Indonesia," bebernya.

Rekomendasi