Data Forbes: Harta 100 Orang Terkaya India Tembus Rp18.000 Triliun

Rupee India melemah 8,5 persen dan pasar saham turun 9,5 persen, tetapi kekayaan 100 taipan tetap bertahan di level USD1 triliun. Di tengah tekanan pasar, Gautam Adani justru kembali merebut posisi orang terkaya India dari Mukesh Ambani.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani - Reporter
Data Forbes: Harta 100 Orang Terkaya India Tembus Rp18.000 Triliun
<p>Ilustrasi rupee India. (Dok. Pixabay)</p>
Ilustrasi rupee India.
Ilustrasi rupee India. (Dok. Pixabay)

Nilai tukar rupee dan pasar saham India sama-sama merosot sepanjang tahun. Namun, kondisi tersebut tak banyak mengubah total kekayaan para taipan di negara tersebut.

Forbes mencatat kekayaan gabungan 100 orang terkaya India mencapai USD 1 triliun atau sekitar Rp18.000 triliun (kurs Rp 18.000 per USD) pada 2026. Angka tersebut masih sama dibandingkan pengukuran tahun sebelumnya.

Padahal, nilai rupee melemah 8,5 persen, sedangkan pasar saham India turun 9,5 persen.

Kendati pasar berada dalam tekanan, kekayaan para taipan India menunjukkan pergerakan yang beragam. Lebih dari separuh orang yang masuk daftar Forbes tahun ini tercatat mengalami penurunan kekayaan.

Tekanan tersebut salah satunya dirasakan para taipan di sektor teknologi. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi memberikan tantangan bagi industri jasa teknologi India.

Kekayaan Shiv Nadar, Chairman Emeritus HCL Technologies, Azim Premji, pendiri sekaligus Chairman Wipro, serta N.R. Narayana Murthy, salah satu pendiri Infosys, tercatat menurun.

Dua pendiri Infosys lainnya, yakni Chairman Nandan Nilekani dan mantan Vice Chairman Senapathy Gopalakrishnan, bahkan tidak lagi masuk daftar 100 orang terkaya India tahun ini.

Gautam Adani Kembali ke PuncakDi tengah kondisi pasar yang tertekan, perubahan justru terjadi di posisi teratas daftar orang terkaya India.

Gautam Adani kembali menjadi orang terkaya di India setelah tiga tahun berada di posisi kedua.

Chairman Adani Group tersebut memiliki kekayaan USD112,7 miliar atau sekitar Rp1.800 triliun bersama keluarganya. Kekayaannya meningkat USD20,7 miliar dalam setahun.

Kenaikan tersebut membuat Adani menjadi taipan dengan pertambahan kekayaan terbesar secara nominal dolar dalam daftar Forbes 2026.

Adani Group sendiri tengah menjalankan ekspansi besar-besaran. Perusahaan tersebut menyiapkan investasi USD 100 miliar untuk membangun infrastruktur yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI).

Meski kembali menduduki posisi teratas, kekayaan keluarga Adani masih berada di bawah level tertingginya. Pada 2022, kekayaan keluarga tersebut sempat mencapai USD 150 miliar.

Sementara itu, Mukesh Ambani harus turun ke posisi kedua. Kekayaan Chairman dan Managing Director Reliance Industries tersebut tercatat USD 86,3 miliar atau sekitar Rp1.400 triliun.

Kekayaan Ambani turun USD 18,7 miliar dalam setahun. Forbes menyebut tekanan margin, termasuk pada bisnis ritel, turut membebani saham Reliance Industries.

Ambani kini tengah mempersiapkan IPO Jio Platforms. Perusahaan operator seluler milik Reliance tersebut telah mendapatkan persetujuan regulator dan berpotensi menghimpun dana hingga USD 3,8 miliar.

Savitri Jindal dan Lakshmi Mittal Ikut Mengisi Papan Atas

Posisi ketiga ditempati Savitri Jindal, yang tetap menjadi perempuan terkaya di India.

Kekayaan Jindal tercatat USD 39,8 miliar atau sekitar Rp630 triliun. Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pengusaha baja Lakshmi Mittal naik delapan peringkat ke posisi keempat. Kekayaannya melonjak 74 persen menjadi USD34,7 miliar.

Mittal juga memperluas kiprahnya ke dunia olahraga. Pada Mei 2026, dia bersama Adar Poonawalla, putra miliarder vaksin Cyrus Poonawalla, mengakuisisi Rajasthan Royals.

Kesepakatan tersebut membuat nilai klub kriket peserta Indian Premier League (IPL) itu mencapai USD 1,65 miliar.

Forbes juga mencatat batas minimal kekayaan untuk masuk daftar 100 orang terkaya India turun menjadi USD 3 miliar dari USD 3,2 miliar pada tahun sebelumnya.

Selain empat pendatang baru, terdapat tujuh nama yang kembali masuk daftar tahun ini, salah satunya pengusaha pertambangan Anil Agarwal.

Pada Juni 2026, Agarwal memisahkan bisnis Vedanta menjadi lima perusahaan yang tercatat di bursa untuk membuka nilai bisnis perusahaan tersebut.

Rekomendasi