Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) secara tegas mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk membangun atau menambah tiga dermaga baru. Langkah ini bertujuan meningkatkan layanan di lintasan penyeberangan Ketapang (Banyuwangi) menuju Gilimanuk (Bali). Penambahan dermaga ini dianggap krusial untuk mengoptimalkan pengoperasian 56 unit kapal yang melayani rute vital tersebut.
Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo, menyampaikan urgensi pembangunan dermaga baru ini di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu. Menurutnya, penambahan tiga dermaga di kedua sisi, baik Ketapang maupun Gilimanuk, akan secara signifikan mencegah antrean panjang. Antrean hingga 40 kilometer pernah terjadi saat arus mudik H-5 Lebaran 2026 di Pelabuhan Gilimanuk.
Khoiri juga mengungkapkan bahwa usulan ini telah disampaikan langsung kepada Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana. Respons positif dari Wakil Menteri Perhubungan saat berkunjung ke ASDP Cabang Ketapang menunjukkan perhatian pemerintah terhadap masalah ini.
Advertisement
Advertisement
Urgensi Peningkatan Kapasitas Dermaga
Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk seringkali menghadapi masalah antrean panjang, terutama saat puncak arus mudik atau balik. Gapasdap menegaskan bahwa permasalahan ini bukan disebabkan oleh kekurangan kapal feri, melainkan keterbatasan fasilitas dermaga. Saat ini, terdapat 56 unit kapal yang beroperasi, sementara kapasitas dermaga ideal hanya untuk 28 unit kapal.
Kondisi kelebihan kapal dibandingkan dermaga yang tersedia menyebabkan inefisiensi dan penumpukan kendaraan. Khoiri Soetomo menjelaskan bahwa moda transportasi penyeberangan memiliki fungsi angkutan massal dan infrastruktur yang tak tergantikan. Sedikit saja kesalahan manajemen atau keterlambatan dapat memicu antrean panjang.
Insiden antrean hingga 40 kilometer di Pelabuhan Gilimanuk sebelum Hari Raya Nyepi dan Lebaran menjadi bukti nyata. Peristiwa tersebut menyoroti betapa vitalnya peran dermaga dalam kelancaran operasional. Oleh karena itu, Penambahan Dermaga Ketapang-Gilimanuk menjadi solusi mendesak untuk mengatasi masalah ini.
Advertisement
Advertisement
Komitmen ASDP dan Harapan Peningkatan Armada
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, sebelumnya telah menyatakan komitmen perusahaan. ASDP berencana meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana pada tahun ini, termasuk menambah dermaga di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Penataan kembali kedua pelabuhan juga akan dilakukan untuk kelancaran operasional di masa mendatang.
Selain Penambahan Dermaga Ketapang-Gilimanuk, Yossi juga mengajak operator kapal swasta untuk berinvestasi. Ia mendorong mereka mengganti armada yang lebih besar dan beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Saat ini, mayoritas kapal feri yang beroperasi di Selat Bali berkapasitas kecil, sehingga daya tampung tidak maksimal.
Pertumbuhan penduduk yang terus tinggi menuntut ketersediaan kapal-kapal berukuran besar. Hal ini penting untuk mengimbangi peningkatan volume penumpang dan kendaraan. Peningkatan kapasitas armada, seiring dengan Penambahan Dermaga Ketapang-Gilimanuk, diharapkan dapat menciptakan layanan penyeberangan yang lebih efisien dan nyaman bagi masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews