Pemkot Madiun Luncurkan Bus Mabour, Fasilitasi Wisata Religi Gratis untuk Pengunjung

Pemerintah Kota Madiun meluncurkan "Bus Mabour" atau Madiun Bus On Tour, sebuah layanan gratis yang memfasilitasi wisatawan untuk menjelajahi destinasi wisata religi bersejarah di Kota Madiun setiap akhir pekan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Madiun Luncurkan Bus Mabour, Fasilitasi Wisata Religi Gratis untuk Pengunjung
Pemerintah Kota Madiun meluncurkan "Bus Mabour" atau Madiun Bus On Tour, sebuah layanan gratis yang memfasilitasi wisatawan untuk menjelajahi destinasi wisata religi bersejarah di Kota Madiun setiap akhir pekan. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Madiun baru saja meluncurkan inovasi menarik bagi para wisatawan dan masyarakat lokal. Layanan ini berupa "Madiun Bus On Tour" yang akrab disebut Bus Mabour. Inisiatif ini hadir bertepatan dengan momen Ramadhan 1447 Hijriah, memberikan pilihan rekreasi edukatif.

Bus Mabour dirancang khusus untuk memfasilitasi tur paket wisata religi di wilayah Kota Madiun secara gratis. Program ini memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi berbagai destinasi bersejarah dengan nyaman. Ini menjadi daya tarik baru yang signifikan bagi sektor pariwisata daerah.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun, Yoga Pratomo, menjelaskan detail program ini. Bus wisata gratis ini beroperasi setiap hari Sabtu, memberikan kesempatan bagi banyak orang. Wisatawan dapat menikmati perjalanan edukatif ini tanpa biaya.

Menelusuri Jejak Sejarah dengan Bus Mabour

Bus Mabour menawarkan rute wisata religi yang kaya akan nilai sejarah dan budaya lokal. Perjalanan dimulai dari Pahlawan Bisnis Center, sebuah titik kumpul strategis di pusat kota Madiun. Dari sana, bus akan membawa penumpang menuju destinasi utama yang telah ditentukan.

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Masjid Kuno Kuncen, sebuah situs bersejarah yang berdiri kokoh sejak tahun 1568. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke Masjid Kuno Taman, yang dibangun pada tahun 1754. Kedua masjid ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Kota Madiun.

Selain mengulas sejarah pembangunan masjid-masjid tersebut, wisatawan juga berkesempatan untuk berziarah. Mereka bisa mengunjungi makam leluhur pendiri Kadipaten Madiun yang berada di kompleks kedua masjid kuno. Ini memberikan pengalaman spiritual dan edukatif yang mendalam.

Tur Bus Mabour kemudian akan berakhir di Pahlawan Religi Center (PRC), sebuah pusat kegiatan keagamaan modern. Yoga Pratomo menekankan bahwa Kota Madiun memiliki kebanggaan tersendiri dengan adanya dua masjid kuno bersejarah. Keberadaan PRC juga melengkapi pengalaman wisata religi yang ditawarkan secara komprehensif.

Kemudahan Akses dan Antusiasme Wisatawan

Bagi masyarakat atau wisatawan yang tertarik untuk mengikuti tur Bus Mabour, proses pendaftarannya sangatlah mudah dan tidak rumit. Tidak ada syarat khusus yang memberatkan para calon peserta tur, sehingga memudahkan siapa saja untuk berpartisipasi dalam program ini.

Wisatawan dapat mendaftar secara langsung kepada petugas yang berjaga di Pahlawan Business Center setiap hari Sabtu. Pendaftaran ini bertepatan dengan jadwal operasional bus wisata gratis tersebut. Alternatif lain adalah mendatangi Kantor Disbudparpora Kota Madiun pada hari kerja lainnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program Bus Mabour ini dilaporkan cukup tinggi, menurut Yoga Pratomo. Hal ini menunjukkan bahwa inisiatif Pemerintah Kota Madiun mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Program ini berhasil menarik minat banyak orang untuk belajar sejarah dan berwisata religi.

Yoga Pratomo mengklaim bahwa pengalaman Wisata Religi Kota Madiun sangat sayang untuk dilewatkan oleh para pengunjung. Selain menikmati perjalanan yang nyaman, peserta tur juga dapat memperkaya wawasan sejarah. Terutama mengenai latar belakang pembangunan masjid-masjid kuno yang memiliki nilai historis tinggi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi