KMP Portlink VII Beroperasi Kembali di Lintasan Ketapang-Gilimanuk, Siap Urai Kepadatan Mudik Lebaran 2026

KMP Portlink VII Beroperasi Kembali di lintasan Ketapang-Gilimanuk mulai Sabtu (14/3), siap membantu mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2026 setelah menjalani perbaikan pasca insiden kebakaran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KMP Portlink VII Beroperasi Kembali di Lintasan Ketapang-Gilimanuk, Siap Urai Kepadatan Mudik Lebaran 2026
KMP Portlink VII Beroperasi Kembali di lintasan Ketapang-Gilimanuk mulai Sabtu (14/3), siap membantu mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2026 setelah menjalani perbaikan pasca insiden kebakaran. (AntaraNews)

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mengoperasikan kembali KMP Portlink VII di lintasan penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) mulai Sabtu, 14 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan akan sangat padat. Pengoperasian kembali kapal ini menjadi bagian penting dari strategi optimalisasi armada ASDP dalam menghadapi lonjakan penumpang dan kendaraan.

Sebelumnya, KMP Portlink VII sempat mengalami insiden kebakaran kecil pada Rabu (11/3) malam saat proses pemuatan di Dermaga Pelabuhan Ketapang, yang menyebabkan operasionalnya dihentikan sementara. Namun, insiden tersebut berhasil ditangani dengan cepat tanpa menimbulkan korban jiwa, dan kapal segera menjalani proses perbaikan intensif.

Menurut Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, KMP Portlink VII telah melalui serangkaian perbaikan dan uji kelayakan menyeluruh. Kapal feri berkapasitas besar ini dinyatakan layak dan siap kembali melayani pengguna jasa, dengan jadwal penyeberangan perdana pada Sabtu (14/3) pukul 13.00 WIB.

Optimalisasi Layanan Mudik Lebaran

Lintasan Ketapang-Gilimanuk dikenal sebagai salah satu penyeberangan tersibuk di Indonesia, terutama saat periode puncak seperti arus mudik Lebaran. Dengan kembali beroperasinya KMP Portlink VII, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berupaya keras untuk menjaga kelancaran layanan dan mengurangi potensi antrean panjang. Optimalisasi armada ini diharapkan dapat mempercepat pergerakan kendaraan dan penumpang.

KMP Portlink VII memiliki kapasitas angkut yang signifikan, mampu membawa sekitar 600 penumpang dalam satu perjalanan. Selain itu, kapal ini juga dapat mengangkut kombinasi kendaraan sekitar 30 unit truk dan 100 kendaraan kecil. Kapasitas besar ini dinilai mampu mempercepat proses pemuatan dan meningkatkan daya angkut secara keseluruhan.

Penambahan kapasitas angkut melalui KMP Portlink VII diharapkan dapat secara efektif mengurangi antrean di Pelabuhan Gilimanuk. Langkah strategis ini sangat krusial untuk memastikan pengalaman mudik yang lebih nyaman dan efisien bagi masyarakat. Kelancaran arus penyeberangan menjadi prioritas utama bagi ASDP dalam menghadapi periode Lebaran.

Proses Perbaikan dan Uji Kelayakan Kapal

Insiden kebakaran yang menimpa KMP Portlink VII pada Rabu (11/3) malam sempat menjadi perhatian. Kebakaran terjadi di salah satu ruangan kapal saat proses pemuatan di Dermaga Pelabuhan Ketapang. Berkat kesigapan tim di lapangan, api berhasil dipadamkan dengan cepat, dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Setelah insiden, kapal feri milik ASDP ini segera menjalani proses perbaikan menyeluruh dan pengecatan ulang. Setiap komponen yang terdampak diperiksa dan diperbaiki untuk memastikan kembali ke kondisi optimal. Proses ini merupakan bagian dari komitmen ASDP terhadap standar keselamatan dan kualitas layanan.

Sebelum dinyatakan siap beroperasi kembali, KMP Portlink VII juga menjalani uji pelayaran atau sea trial. Uji coba ini bertujuan untuk memastikan seluruh sistem, termasuk mesin dan navigasi, berfungsi dengan optimal dan memenuhi aspek keselamatan pelayaran yang ketat. Dari hasil pengujian, kapal ini dinyatakan layak dan aman untuk kembali melayani masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi