Pemerintah Provinsi Banten baru-baru ini menegaskan komitmen kuatnya untuk menjaga kawasan lahan pertanian produktif di wilayahnya. Langkah strategis ini diambil di tengah pesatnya laju investasi industri yang terus mengalir masuk ke provinsi tersebut. Komitmen Pemprov Banten jaga lahan pertanian ini menjadi fokus utama demi keberlanjutan swasembada beras dan ketahanan pangan daerah secara jangka panjang.
Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa pemerintah daerah telah memiliki kerangka kebijakan yang jelas dan terstruktur. Kebijakan ini secara khusus bertujuan melindungi lahan pertanian produktif, termasuk melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Konsistensi terhadap implementasi kebijakan ini akan terus dipertahankan secara berkelanjutan untuk masa depan pertanian Banten.
Meskipun investasi industri terus menunjukkan peningkatan yang signifikan, sektor pertanian di Banten justru mampu meningkatkan produksi padi. Hal ini membuktikan bahwa pertumbuhan industri tidak serta-merta menggerus potensi pertanian lokal. Pemprov Banten berupaya menjaga keseimbangan yang harmonis antara pembangunan ekonomi dan sektor pangan yang vital.
Advertisement
Advertisement
Strategi Perlindungan dan Peningkatan Lahan Pertanian di Banten
Pemerintah Provinsi Banten secara aktif menerapkan berbagai strategi komprehensif untuk memastikan perlindungan lahan pertanian. Salah satu instrumen kunci adalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang berfungsi sebagai payung hukum yang kuat. Selain itu, penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) menjadi kebijakan vital untuk mencegah terjadinya alih fungsi lahan secara masif.
Gubernur Andra Soni menjelaskan bahwa konsistensi dalam menjaga lahan sawah eksisting adalah prioritas utama pemerintah provinsi. Langkah ini sangat penting agar peningkatan produksi beras dapat berlangsung secara berkelanjutan dari waktu ke waktu. Pemprov Banten tidak hanya bertahan, tetapi juga menyiapkan langkah ekspansif untuk memperluas area pertanian.
Sebagai bagian dari upaya ekspansi tersebut, Pemprov Banten sedang mengupayakan program pencetakan sawah baru di beberapa lokasi. Program ini akan dilaksanakan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat untuk memastikan dukungan penuh. Pencetakan sawah baru diharapkan dapat menambah luas tanam sekaligus mengantisipasi tekanan alih fungsi lahan akibat pembangunan infrastruktur.
Advertisement
Pemerintah daerah juga secara proaktif mendorong sinergi yang kuat antara sektor pertanian dan sektor ekonomi lainnya. Tujuannya adalah menciptakan pembangunan ekonomi yang seimbang dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Banten. Dengan demikian, investasi yang masuk dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga ketahanan pangan daerah.
Advertisement
Penguatan Lumbung Pangan dan Kesejahteraan Petani
Dalam rangka meningkatkan produksi pangan secara optimal, Pemprov Banten memfokuskan perhatian pada daerah-daerah yang menjadi lumbung pangan utama. Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang akan terus diperkuat sebagai basis produksi padi di Banten. Penguatan ini sangat esensial untuk mencapai target swasembada beras yang berkelanjutan.
Dukungan pemerintah daerah akan diarahkan pada beberapa aspek krusial yang menunjang pertanian. Ini meliputi pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur irigasi yang memadai untuk memastikan pasokan air. Ketersediaan air yang cukup dan teratur sangat vital bagi keberhasilan budidaya padi di seluruh wilayah Banten.
Selain itu, Pemprov Banten juga akan memfokuskan dukungan pada penyediaan sarana produksi pertanian yang berkualitas. Pendampingan intensif kepada para petani juga menjadi bagian integral dari strategi ini. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja para petani lokal.
Advertisement
Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa keberpihakan terhadap sektor pertanian merupakan bagian dari strategi besar Pemprov Banten. Strategi ini tidak hanya untuk menjaga stabilitas pangan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara menyeluruh. Dukungan semua pihak diharapkan agar swasembada pangan dapat terus berkelanjutan di Provinsi Banten.
Sumber: AntaraNews