Koba, Bangka Tengah – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menegaskan bahwa Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki peran krusial dalam memastikan ketahanan pangan di tingkat keluarga. Penegasan ini disampaikan dalam acara penyaluran Bantuan Sarana Pendukung Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Koba, Selasa.
Algafry menekankan pentingnya pemanfaatan optimal pekarangan rumah yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber tanaman pangan. Lebih dari itu, pekarangan juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi keluarga yang berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus kepada KWT sebagai garda terdepan dalam upaya menjaga ketersediaan pangan. KWT diharapkan mampu menjadi pemasok utama kebutuhan pangan keluarga, terutama sayuran dan tanaman penunjang gizi lainnya.
Advertisement
Advertisement
Optimalisasi Pekarangan untuk Kemandirian Pangan
Pemanfaatan pekarangan rumah secara optimal menjadi fokus utama dalam program ketahanan pangan di Bangka Tengah. Bupati Algafry Rahman menyatakan, “Pekarangan rumah tidak hanya dimanfaatkan untuk menanam tanaman pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi keluarga yang berkelanjutan.” Pernyataan ini menggarisbawahi fungsi ganda pekarangan sebagai sumber pangan dan motor penggerak ekonomi rumah tangga.
Kelompok Wanita Tani (KWT) didorong untuk aktif mengelola lahan pekarangan mereka agar menjadi lebih produktif. Dengan demikian, KWT dapat berperan sebagai pemasok utama kebutuhan pangan keluarga, seperti sayuran segar dan berbagai tanaman penunjang gizi lainnya, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.
Dukungan pemerintah daerah terhadap kelompok tani berbasis pekarangan, khususnya KWT, merupakan langkah strategis. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian pangan lokal dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat di Kabupaten Bangka Tengah.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Program dan Dukungan Pemerintah
Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sejalan dengan konsep apotek hidup yang telah lama dikenal. Program ini juga disinergikan dengan arahan dari Menteri Desa dan Menteri Pertanian, yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan mulai dari tingkat rumah tangga.
Untuk menunjang keberhasilan panen dan produktivitas pekarangan, pemerintah daerah telah menyalurkan berbagai bantuan sarana produksi. Bantuan tersebut meliputi waring atau jaring pelindung tanaman serta insektisida, baik dalam bentuk cair maupun padat.
Algafry berharap agar masyarakat memiliki semangat tinggi untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan dan menjadikan lingkungan pekarangan mereka benar-benar produktif. Semangat ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan pekarangan yang tidak hanya hijau, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan gizi yang maksimal.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif bagi Gizi dan Kesejahteraan Masyarakat
Optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui peran aktif KWT diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas. Salah satunya adalah mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah, serta secara langsung meningkatkan kualitas gizi masyarakat Bangka Tengah.
Selain itu, keterlibatan aktif KWT dalam program P2B juga bertujuan untuk menciptakan kemandirian pangan keluarga. Hal ini pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, khususnya bagi perempuan di Kabupaten Bangka Tengah.
Bupati Algafry Rahman menutup pernyataannya dengan harapan, "Melalui keterlibatan aktif KWT, tentu kami berharap tercipta kemandirian pangan keluarga sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan di Kabupaten Bangka Tengah." Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews