Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengumumkan target ambisius Kementerian PU terkait sektor sumber daya air. Peningkatan kapasitas tampungan air menjadi fokus utama hingga tahun 2027 mendatang. Pengumuman ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Keterpaduan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (Rakorbangwil) yang berlangsung di Jakarta pada Kamis.
Target tersebut bertujuan untuk memperkuat ketahanan air nasional demi mendukung berbagai sektor vital. Upaya ini merupakan bagian dari penerjemahan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menjadi aksi konkret di lapangan. Kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam merealisasikan sasaran ini.
Secara spesifik, Kementerian PU membidik peningkatan kapasitas tampungan air sebesar 59,08 meter kubik per kapita per tahun. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan air yang memadai bagi seluruh masyarakat. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengatasi tantangan ketersediaan air di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Target Spesifik Peningkatan Kapasitas Air dan Irigasi
Diana Kusumastuti menjelaskan bahwa Kementerian PU tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas tampungan air. Berbagai target lain juga ditetapkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif. Ini termasuk rasio kapasitas air baku dan luas layanan irigasi yang terjamin.
Pada tahun 2027, Kementerian PU menargetkan rasio kapasitas air baku terpasang terhadap kebutuhan penduduk mencapai 55,09 persen. Selain itu, persentase luas baku sawah fungsional beririgasi ditargetkan sebesar 61,92 persen. Target ini menunjukkan upaya komprehensif dalam memastikan pasokan air untuk pertanian.
Lebih lanjut, luas layanan irigasi yang ketersediaan airnya dijamin oleh waduk diharapkan mencapai 16,07 persen. Efisiensi pemanfaatan air irigasi juga menjadi perhatian, dengan target sebesar 0,39 dolar AS per meter kubik. Langkah-langkah ini krusial untuk optimalisasi penggunaan air di sektor pertanian.
Advertisement
Pemerintah juga menargetkan persentase luas kawasan prioritas yang dilindungi dari daya rusak air sebesar 61 persen. Sementara itu, persentase kondisi keandalan daerah irigasi diharapkan mencapai 27 persen. Seluruh target ini saling terkait untuk menciptakan sistem pengelolaan air yang berkelanjutan.
Advertisement
Sinergi dan Strategi Mendukung Swasembada Pangan
Rakorbangwil menjadi platform penting untuk memperkuat sinergi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini esensial dalam menerjemahkan visi Presiden Prabowo Subianto menjadi program nyata di lapangan. Peningkatan kapasitas tampungan air adalah salah satu wujud konkret dari visi tersebut.
Kementerian PU menerjemahkan misi Presiden Prabowo ke dalam Sasaran Utama PU608. Sasaran ini mencakup penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di bawah 6, pengentasan kemiskinan menuju nol persen, dan peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. "Tentunya harus kita wujudkan melalui kolaborasi lintas kementerian/ lembaga, dan Pemda yang solid dan terkoordinasi," kata Diana.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebelumnya menekankan pentingnya infrastruktur sumber daya air (SDA) untuk mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional. Pembangunan infrastruktur SDA seperti bendungan dan jaringan irigasi akan terus dilanjutkan. Hal ini sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Advertisement
Pembangunan infrastruktur SDA bertujuan untuk memastikan pasokan air yang stabil bagi lahan pertanian. Dengan adanya peningkatan kapasitas tampungan air dan jaringan irigasi yang memadai, diharapkan produktivitas pertanian dapat meningkat. Ini merupakan fondasi kuat untuk mencapai kemandirian pangan Indonesia.
Sumber: AntaraNews