Borobudur Marathon Jadi Pemimpin Sport Tourism Jawa Tengah, Tarik Ribuan Pelari Internasional

Sekda Jateng tegaskan Borobudur Marathon sebagai "leader" sport tourism, menarik 11.500 pelari dari 38 negara dan menggerakkan ekonomi lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Borobudur Marathon Jadi Pemimpin Sport Tourism Jawa Tengah, Tarik Ribuan Pelari Internasional
Sekda Jateng tegaskan Borobudur Marathon sebagai "leader" sport tourism, menarik 11.500 pelari dari 38 negara dan menggerakkan ekonomi lokal. (AntaraNews)

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, baru-baru ini menyatakan bahwa Bank Jateng Borobudur Marathon telah menjadi pemimpin dalam konsep "sport tourism" di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan di Magelang, menyoroti peran penting event lari berskala internasional ini bagi daerah. Kegiatan ini berhasil menarik ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia serta mancanegara.

Borobudur Marathon bukan hanya sekadar ajang olahraga, melainkan sebuah program komprehensif dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Event ini secara signifikan berkontribusi pada sektor ekonomi lokal, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta promosi pariwisata. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci kesuksesan acara yang terus berkembang ini.

Pada tahun 2024, Borobudur Marathon diikuti sekitar 10.000 pelari, dan untuk tahun 2025, jumlah peserta diperkirakan mencapai 11.500 pelari. Angka ini mencakup atlet dari 38 negara berbeda, menunjukkan daya tarik global event yang berpusat di sekitar candi ikonik Borobudur ini. Peningkatan jumlah peserta ini menegaskan posisi Borobudur Marathon sebagai magnet pariwisata olahraga.

Borobudur Marathon: Magnet Sport Tourism Internasional

Bank Jateng Borobudur Marathon telah membuktikan diri sebagai daya tarik utama bagi para penggemar olahraga lari, baik dari dalam maupun luar negeri. Sekda Sumarno menekankan bahwa event ini telah berkembang pesat selama sembilan tahun terakhir, menunjukkan peningkatan grafik partisipasi yang konsisten. Kehadiran ribuan pelari dari berbagai penjuru dunia memberikan dampak positif bagi citra Jawa Tengah.

Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah peserta dari tahun ke tahun. Dari sekitar 10.000 pelari pada tahun sebelumnya, Borobudur Marathon kini bersiap menyambut 11.500 peserta untuk edisi mendatang. Partisipasi atlet dari 38 negara menegaskan status event ini sebagai ajang lari bergengsi di kancah internasional.

Penyelenggaraan Borobudur Marathon secara rutin berhasil menarik perhatian global, menjadikan Magelang dan sekitarnya sebagai destinasi favorit. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mempromosikan pariwisata melalui kegiatan berskala besar. Konsep sport tourism yang diusung event ini terbukti efektif dalam mendatangkan wisatawan.

Dorongan Ekonomi dan Pariwisata Melalui Event Olahraga

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara aktif mendorong kegiatan seperti Borobudur Marathon karena dampaknya yang luas terhadap perekonomian regional. Sekda Sumarno menjelaskan, "Kegiatan ini adalah bagian dari program kami Pemprov Jateng. Kita bicara Borobudur Marathon ini tidak hanya bicara masalah olahraga, tetapi juga masalah ekonomi, UMKM, dan pariwisata." Pernyataan ini menegaskan visi pemerintah dalam mengintegrasikan olahraga dengan sektor-sektor produktif lainnya.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sangat ditopang oleh sektor konsumsi, dan event seperti Borobudur Marathon berperan vital dalam meningkatkan konsumsi tersebut. Dengan mendatangkan banyak orang dari luar Jawa Tengah, baik peserta maupun pendamping, event ini secara langsung menggerakkan roda ekonomi lokal. Hotel, restoran, transportasi, dan UMKM di sekitar lokasi acara merasakan manfaat langsung dari keramaian ini.

Konsep "sport tourism" menjadi strategi kunci yang diusung oleh Pemprov Jateng. Pariwisata tidak dapat berdiri sendiri; kolaborasi dengan kegiatan olahraga terbukti efektif dalam menarik minat wisatawan. Borobudur Marathon adalah contoh nyata bagaimana olahraga dapat menjadi lokomotif penggerak pariwisata, menciptakan sinergi yang saling menguntungkan.

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Kesuksesan Berkelanjutan

Kesuksesan Bank Jateng Borobudur Marathon yang telah berjalan selama sembilan tahun tidak lepas dari kolaborasi erat antara berbagai pihak. Sekda Sumarno menegaskan pentingnya kerja sama ini, menyatakan, "Kami dari Pemprov Jateng tidak bisa berdiri sendiri, dari semua stakeholder bersama-sama kita membangun Bank Jateng Borobudur Marathon." Ini mencakup pemerintah daerah, sponsor utama seperti Bank Jateng, komunitas lari, dan masyarakat lokal.

Perkembangan event yang secara grafik terus meningkat adalah buah dari sinergi yang kuat. Setiap pemangku kepentingan memainkan peran krusial dalam memastikan kelancaran dan keberhasilan setiap edisi Borobudur Marathon. Dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan partisipasi aktif dari sektor swasta menjadi fondasi utama.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, Borobudur Marathon diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi Jawa Tengah. Event ini menjadi model bagaimana sebuah acara olahraga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk tujuan ekonomi, sosial, dan pariwisata. Komitmen bersama akan memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi