Investasi Bontang Serap Tenaga Kerja Lokal, 95% Terkonsentrasi di Bontang Utara

Investasi Bontang Serap Tenaga Kerja lokal hingga 307 orang pada triwulan III 2025, didominasi pelaku usaha domestik. Bagaimana dampak ekonomi kota industri ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Investasi Bontang Serap Tenaga Kerja Lokal, 95% Terkonsentrasi di Bontang Utara
Investasi Bontang Serap Tenaga Kerja lokal hingga 307 orang pada triwulan III 2025, didominasi pelaku usaha domestik. Bagaimana dampak ekonomi kota industri ini? (AntaraNews)

Kota Bontang, Kalimantan Timur, mencatat pencapaian signifikan dalam penyerapan tenaga kerja lokal berkat derasnya arus investasi. Hingga triwulan III 2025, sebanyak 307 warga lokal berhasil mendapatkan pekerjaan baru, menunjukkan dampak positif investasi terhadap perekonomian daerah.

Data ini disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, pada Ahad (02/11). Ia menjelaskan bahwa realisasi investasi tidak hanya menggerakkan proyek-proyek besar, tetapi juga secara langsung meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Serapan tenaga kerja ini menjadi bukti nyata bahwa investasi yang masuk ke Bontang mampu mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Peningkatan lapangan kerja ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan Bontang sebagai kota industri dan jasa yang berdaya saing.

Dominasi Investasi Domestik dan Sebaran Proyek di Bontang

Investasi yang masuk ke Kota Bontang hingga triwulan III 2025 didominasi oleh pelaku usaha domestik. "Hingga triwulan III 2025, investasi yang masuk ke Bontang didominasi oleh pelaku usaha domestik. Dari 206 pelaku usaha yang masuk, 196 di antaranya merupakan pelaku dalam negeri, hanya 10 pelaku dari investasi asing," ujar Muhammad Aspiannur.

Total investasi yang berhasil dicatat mencapai Rp821 miliar, tersebar dalam 330 proyek di tiga kecamatan. Selain 307 tenaga kerja lokal, investasi ini juga menyerap 10 tenaga kerja asing, menunjukkan skala dan kompleksitas proyek yang dijalankan.

Sebaran investasi menunjukkan konsentrasi yang tinggi di beberapa wilayah. Kecamatan Bontang Utara menjadi primadona dengan nilai investasi mencapai Rp785,97 miliar, menyumbang 95,67 persen dari total investasi. Sementara itu, Kecamatan Bontang Selatan mencatat investasi Rp35,23 miliar (4,28 persen), dan Kecamatan Bontang Barat dengan Rp337,78 juta (0,04 persen).

Komitmen Pemerintah Kota Bontang Perkuat Iklim Investasi

Pemerintah Kota Bontang berkomitmen kuat untuk terus memperkuat sektor industri guna membuka lebih banyak lapangan kerja. Muhammad Aspiannur menegaskan bahwa ciri khas Bontang sebagai kota industri dan jasa menjadi landasan utama dalam upaya peningkatan investasi ini.

Upaya konkret yang dilakukan meliputi menjaga iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan dan pendampingan usaha. Pelayanan yang cepat dan transparan menjadi prioritas, sehingga investor tidak ragu dalam mengurus perizinan dan mengembangkan usahanya di Bontang.

Selain itu, DPMPTSP juga menekankan pentingnya transparansi dari pihak investor. "Selain DPMPTSP yang transparan, kami juga menekankan pentingnya transparansi bagi investor, yakni dengan mendorong para pelaku usaha agar jujur dan disiplin menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) mereka," kata Aspiannur.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat terus menarik investasi ke Bontang, yang pada gilirannya akan menciptakan lebih banyak peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi