Trivia: Dibiayai DAK Non-Fisik, Pemkab Serang Gelar Pelatihan UMKM Serang untuk 50 Pelaku Usaha

Pemerintah Kabupaten Serang serius menggenjot pertumbuhan ekonomi lokal. Simak bagaimana Pelatihan UMKM Serang yang didanai DAK Non-Fisik ini siap membawa 50 pelaku usaha naik kelas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: Dibiayai DAK Non-Fisik, Pemkab Serang Gelar Pelatihan UMKM Serang untuk 50 Pelaku Usaha
Pemerintah Kabupaten Serang serius menggenjot pertumbuhan ekonomi lokal. Simak bagaimana Pelatihan UMKM Serang yang didanai DAK Non-Fisik ini siap membawa 50 pelaku usaha naik kelas. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, baru-baru ini menggelar pelatihan komprehensif bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas produksi dan strategi pemasaran mereka di tengah persaingan pasar yang ketat.

Pelatihan UMKM Serang ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik, menandai gelombang keenam program peningkatan kapasitas UMKM di wilayah tersebut. Sebanyak 50 pelaku UMKM terpilih dari 10 kecamatan turut serta dalam inisiatif penting ini untuk meningkatkan daya saing.

Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, dalam sambutannya, menekankan pentingnya keseriusan pelaku usaha dalam tiga aspek krusial: peningkatan produksi, pemasaran, dan kualitas kemasan produk. Upaya ini diharapkan dapat mendorong UMKM agar naik kelas dan berkembang pesat secara berkelanjutan.

Komitmen Pemkab Serang dalam Pengembangan UMKM Lokal

Muhammad Najib Hamas menjelaskan bahwa penguatan UMKM ini merupakan program unggulan dari Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, yang bertekad memajukan ekonomi kerakyatan. Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pada perluasan akses pasar yang lebih efektif.

"Pentingnya keseriusan pelaku usaha dalam tiga aspek utama. Pertama peningkatan kapasitas produksi, yang kedua adalah peningkatan pemasaran dan ketiga terkait kemasan," ujar Muhammad Najib Hamas di Serang, Senin. Pernyataan ini menegaskan bahwa kualitas produk dan presentasi menjadi kunci utama.

Pemkab Serang berkomitmen untuk membuka jalur pemasaran yang lebih luas bagi produk lokal melalui berbagai cara. Ini termasuk menjalin kemitraan strategis dengan mitra ritel modern seperti minimarket, memastikan produk UMKM dapat menjangkau konsumen lebih banyak dan lebih mudah.

Langkah ini merupakan bagian integral dari komitmen pemerintah daerah bahwa sektor UMKM harus bangkit dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. Dukungan ini diharapkan menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kondusif dan berkelanjutan bagi para pelaku usaha.

Strategi Peningkatan Kualitas dan Akses Pasar UMKM

Kepala Dinas Koperasi, UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumpeirndag) Kabupaten Serang, Adang Rahmat, mengungkapkan bahwa pelatihan ini melibatkan 50 pelaku UMKM. Mereka berasal dari berbagai kecamatan, menunjukkan cakupan program yang luas.

Dinas juga secara aktif mendorong para pelaku UMKM Serang untuk melakukan perbaikan signifikan pada kemasan dan label produk mereka. Hal ini krusial agar produk UMKM dapat memenuhi standar estetika dan informasi yang diminta oleh pasar modern.

Selain itu, Adang Rahmat menyarankan agar produsen olahan telur dan UMKM lainnya dapat memanfaatkan peluang besar yang ada. Mereka bisa menjadi pemasok untuk Program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), membuka pasar baru yang stabil.

"Itu salah satunya upaya kita untuk meningkatkan pengusaha-pengusaha UMKM yang ada di wilayah Kabupaten Serang, dengan total pelaku UMKM mencapai 48 ribu," kata Adang Rahmat. Inisiatif ini adalah bagian dari strategi besar untuk memberdayakan total 48 ribu pelaku UMKM di seluruh Kabupaten Serang.

Potensi Besar UMKM Serang untuk Naik Kelas

Dengan total 48 ribu pelaku UMKM di Kabupaten Serang, potensi untuk pengembangan ekonomi lokal sangatlah besar. Pelatihan dan dukungan berkelanjutan dari Pemkab menjadi kunci untuk mewujudkan potensi tersebut.

Program peningkatan kapasitas gelombang keenam ini merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam membina UMKM. Fokus pada produksi, pemasaran, dan kemasan adalah pilar utama untuk mencapai tujuan "naik kelas".

Perluasan akses pasar melalui mitra strategis dan ritel modern akan memberikan UMKM kesempatan untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Hal ini juga membantu mereka menghadapi tantangan distribusi dan visibilitas produk.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, diharapkan UMKM di Serang tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat berkembang pesat. Ini akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi