Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melaporkan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2023 sukses mencatatkan transaksi sebesar USD 13,2 juta atau setara Rp 206,6 miliar. Kerja sama perdagangan ekspor ini dilakukan Indonesia dengan 16 negara di antaranya Malaysia, Spanyol, Yaman, Portugal dan Nigeria.
"Dari Jakarta Muslim Fashion Week kita berhasil mengumpulkan nilai transaksi USD 13,2 juta atau sekitar Rp 206 miliar. Ini baju loh," kata Zulkifli dalam konferensi pers di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (23/10).
Tingginya minat kerja sama tersebut kata dia menunjukkan fesyen muslim Indonesia telah diterima masyarakat global. Dia optimis, akan ada lebih banyak kerja sama yang dilakukan para pengusaha fesyen muslim lokal dengan para pembeli dari luar negeri.
"Ini bukti bahwa produk muslim kita diminati pasar internasional," kata dia.
Zulkifli mengatakan JMFW merupakan kolaborasi semua pemangku kepentingan untuk memajukan industri fesyen muslim nasional agar bisa bersaing di pasar global. "JMFW juga menjadi ikon kolaborasi para pemangku kepentingan yang melibatkan peran serta tidak hanya pemerintah, tetapi juga pelaku bisnis, akademisi, serta media," kata dia.
Ajang pameran busana muslim tersebut menampilkan karya dari 26 desainer muda dari 10 satuan pendidikan. Pada pameran produk fesyen muslim menghadirkan 93 jenama lokal ternama. Tak hanya itu 23 perusahaan tekstil Indonesia siap menjadi pemasok bahan baku bagi merek fesyen Indonesia.
"Ke depan diharapkan akan semakin banyak kontrak kerja sama yang terjalin dengan buyer internasional lainnya," kata dia.
Sebagai informasi, pada penutupan JMFW dilakukan penandatanganan MoU antara buyer Malaysia dengan 14 pelaku usaha Indonesia. Para pelaku usaha ini merupakan binaan dari IKRA Bank Indonesia.