Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, nilai initial public offering (IPO) Bukalapak merupakan IPO terbesar di Asia sebesar Rp 21,9 triliun.
"Terkait dengan teknologi tahun kemarin kita sudah bisa melaunch IPO Bukalapak salah satu yang terbesar di Asia sebesar Rp 21,9 triliun ini perlu dilanjutkan," kata Menko Airlangga dalam peresmian pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2022, Senin (3/1).
Ke depannya, dia berharap Bursa Efek Indonesia bisa lebih optimis, dan bisa melanjutkan IPO bagi perusahaan asal Indonesia, seperti Bukalapak yang telah dilakukan IPO tahun lalu.
Dia menjelaskan, Pemerintah akan tetap melanjutkan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, dan memperkuat persiapan presidensi G20, serta adanya perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) diharapkan bisa mendukung pasar modal.
"Terkait dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional kita lanjutkan, dan terkait dengan presidensi G20 dan berlakunya RCEP perdagangan terbesar di regional diharapkan ini memberikan dukungan kepada pasar modal," ujarnya.
Sebagai informasi, pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2022 dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditandai dengan penandatanganan sertifikat peresmian pembukaan perdagangan BEI 2022.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com