Pengerjaan Fasilitas Pendukung di Sirkuit Mandalika Diharapkan Rampung Akhir 2021

Direktur Utama PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer menyatakan, sirkuit Mandalika di Lombok untuk ajang balap motor bergengsi World Superbike dan MotoGP sudah siap. Saat ini hanya tinggal proses pengerjaan fasilitas pendukung, dan ditargetkan selesai pada akhir 2021.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Pengerjaan Fasilitas Pendukung di Sirkuit Mandalika Diharapkan Rampung Akhir 2021
Menpora tinjau Sirkuit Mandalika. ©2020 Merdeka.com

Direktur Utama PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer menyatakan, sirkuit Mandalika di Lombok untuk ajang balap motor bergengsi World Superbike dan MotoGP sudah siap. Saat ini hanya tinggal proses pengerjaan fasilitas pendukung, dan ditargetkan selesai pada akhir 2021.

"Saat ini sirkuit sudah siap untuk menjadi seri balap World Superbike. Namun masih ada pekerjaan tambahan harus dilakukan yaitu fasilitas pendukung. Dan ini diharapkan bisa selesai pada akhir 2021," kata dia di Jakarta, Kamis (7/10).

Dengan sudah selesainya pembangunan sirkuit Mandalika, maka Indonesia bisa kembali membawa event dunia MotoGp ke Indonesia setelah 25 tahun lalu. Di mana pada saat itu, Sirkuit Sentul, Bogor pertama kali digunakan gelaran balap motor internasional tersebut.

Sirkuit Mandalika Lombok sendiri dibangun dengan kelas dunia dengan panjang lintasan 4,31 km dan 17 tikungan yang siap ditaklukkan para pembalap kelas dunia. PT Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC) mendatangkan aspal khusus dari Inggris untuk lapisan paling atas trek.

Sirkuit ini menggunakan aspal terbaru Stone Mastic Asphalt (SMA) dan disebut merupakan yang terbaik di dunia. SMA merupakan merupakan bahan campuran aspal dan digunakan untuk melapisi permukaan atas aspal.

Lapisan aspal ini diperuntukkan demi memperkuat struktur lapisan permukaan lintasan agar tetap kuat dengan prinsip kontak stone by stone untuk memperkuat struktur lapisan meski volume aspalnya sedikit.

Aspal jenis ini membuat jalanan lebih mulus, sehingga pembalap tidak mudah tergelincir saat kondisi hujan dan mengurangi risiko pembalap jatuh saat melintas di trek basah. "Penggunaan aspal menjadikan sirkuit kami tercepat di dunia dengan tingkat kemanan sudah terbukti," kata dia.

Rekomendasi