Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Ananta Wiyogo melaporkan permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk masyarakat menengah bawah mengalami kenaikan meski di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Menurutnya, secara market outlook hingga akhir tahun permintaan KPR sebenarnya condong mengalami penurunan. Namun tidak demikian pada menengah ke bawah.
"Tapi kalau kita lihat untuk yang middle (income) ke bawah, khususnya untuk yang KPR Program, contohnya yang juga di-handle bersama SMF yang FLPP itu kan fully subscribed. Maksudnya sesuai dengan target lah, 102 ribu unit yang udah," tuturnya dalam sesi teleconference, Kamis (26/11).
Dia menyatakan, prospek tersebut turut diperkuat oleh alokasi pemerintah dalam menyiapkan anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 2021 yang sebesar Rp19,1 triliun pada 157.500 rumah.
"Jadi justru yang KPR-KPR pemerintah yang bersubsidi tetap demand-nya besar. Cuma yang middle ke atas itu yang agak berkurang," kata dia.
Secara proyeksi, pasar menengah bawah memang memiliki potensi besar dalam penyaluran KPR. Permintaannya diprediksi tetap akan meningkat pasca masa pandemi corona berakhir.
"Kalau kita lihat, harusnya ke depannya properti itu yang middle ke bawah itu bagus karena kami juga akan membantu dari supply side juga, yaitu di kredit konsumsi untuk pengembang-pengembang bagi perumahan yang MBR," pungkasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com