Direktur Utama Railink, Mukti Jauhari, mengatakan pihaknya beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Bahkan, dirinya mengklaim bahwa kereta bandara menjadi transportasi umum paling aman selama pandemi.
"Pada saat kita beroperasi di Juli itu kita benar-benar siap protokol kita jalankan ketat sekali, sebelum kita beroperasi kemarin semua pegawai kami, baik pegawai kantor, frontliner kita lakukan test covid semuanya. Alhamdulillah hasilnya tidak ada yang reaktif sehingga pada saat 1 Juli beroperasi," jelasnya dalam dialog industri Bandara Aman, Perjalanan Nyaman, Kamis (1/10).
Di 5 stasiun pemberangkatan awal, pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan hand sanitizer, tempat cuci tangan, semprot disinfektan hingga pemasangan pembatas di setiap tempat duduk di dalam kereta.
"Bahkan kami bisa klaim bahwa angkutan umum yang paling aman untuk kondisi covid-19 ini adalah railink, karena kursi yang berjajar itu kami pasang partisi akrilik hingga setinggi sandaran kursi, jadi penumpang yang berjejeran di tempat duduk itu tidak bisa bersentuhan sama sekali," jelasnya.
Advertisement
Penumpang Anjlok Saat Pemberlakuan PSBB
Mukti menambahkan dampak dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI jilid II berdampak pada menurunnya jumlah penumpang Kereta Api Bandara Soekarno Hatta. Penumpang sempat membaik pada periode Agustus, di mana tumbuh hingga dua kali lipat.
"Railink memang pada saat awal tahun kita tumbuh cukup bagus dibanding tahun 2019, namun April kami sempat menghentikan operasi. Juli kami beroperasi kembali dan tumbuh 10 persen, mulai Agustus naik hampir dua kali lipat, dan setelah ada kebijakan baru lagi kita memang turun hampir separuh dari Agustus," kata Mukti.
Kendari begitu, dia mengatakan kondisi saat ini cukup baik bila dibandingkan dengan kondisi pada awal pandemi. Di mana, jumlah penumpang hanya tersisa 3 persen saja.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6