PT. Aneka Tambang Tbk (Antam) menyalurkan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Langkah ini juga bagian dari upaya membantu pemerintah dalam mencapai target 20 ribu sampel Covid-19, guna mempercepat penanganan pandemi.
Menurut data Kementerian Kesehatan RI, hingga Minggu (5/7) tercatat 63.749 kasus positif Covid-19 di Indonesia.
Penyerahan alat bantu PCR diberikan langsung kepada Bupati Bogor Ade Yasin dari Direktur SDM Antam, Luki Setiawan Suardi.
"Inisiatif ini adalah komitmen Antam dalam sinergi dengan pemerintah untuk penanganan pandemi terutama di sekitar wilayah operasi".
"Semoga bantuan ini bisa membantu percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 khususnya di wilayah Kabupaten Bogor," katanya.
Menerima bantuan tersebut, Bupati Bogor mengapresiasi pemberian tersebut. Bantuan PCR ini mendukung upaya Pemkab Bogor mempercepat dan mengoptimalkan penanganan Covid-19.
"PCR ini akan kami simpan di RSUD Leuwiliang, untuk peningkatkan penanganan Covid-19 di wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor. Kami berharap ini bisa membantu mempercepat pencegahan dan penanganan covid-19, khususnya memutus rantai penyebaran Covid-19," katanya.
Sinergi Tangani Covid-19
Luki menambahkan, Antam juga bekerjasama dengan stakeholder di seluruh wilayah operasi untuk mendukung program penanggulangan Covid-19. Kata dia, pihaknya bersama gugus tugas dan pemerintah daerah yang ada di wilayah operasi secara berkala melakukan sosialisasi kepada masyarakat, serta inisiasi portable handwash, APD untuk tenaga medis dan bantuan bahan makanan pokok melalui program tanggung jawab sosial Perusahaan.
"Hingga Juni 2020 ini, Antam merealisasikan total Rp8,4 miliar untuk bantuan penanganan Covid-19 di sekitar wilayah operasi di Indonesia," imbuhnya.
Lanjut dia, PT. Antam berkomitmen untuk memastikan kegiatan operasional seluruh unit bisnis tetap berjalan agar mampu mengurangi dampak ekonomi di sekitar wilayah operasi.
"Kami menerapkan protokol kesehatan dan kesiapsiagaan Holding Industri Pertambangan-MIND ID secara ketat di seluruh area tambang dan pabrik. Hal ini dilakukan demi memastikan kegiatan operasional tetap berjalan sehingga bisa tetap menggerakkan perekonomian daerah," tambah Luki.
Dalam operasinya, Antam memastikan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan dilakukan dengan ketat. Luki memaparkan, pengecekan suhu, penerapan phisycal distancing, dan penggunaan masker wajib dilakukan selama berada di area operasi Antam.
"Di unit bisnis kami, personel yang memasuki wilayah operasional harus mendapat izin dari Kepala Teknik Tambang, kami mengedepankan penggunaan teknologi untuk menjaga komunikasi antara wilayah dengan Kantor Pusat tetap terjaga," pungkasnya.