Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama mengatakan, pemerintah bakal bekerjasama dengan jaringan hotel untuk menyediakan tempat tinggal atau hunian darurat bagi para staf medis dan relawan dalam mengatasi covid-19.
"Kami sedang mempersiapkan kerjasama dengan jaringan hotel untuk menjadi sarana tempat tinggal para tenaga medis dan gugus tugas di berbagai daerah agar mereka lebih dekat dengan rumah sakit yg menangani wabah," ujar Wishnutama pada konferensi video, Senin (23/3).
Dia menjelaskan, jika diperlukan nantinya bisa dijadikan lokasi isolasi mandiri. Namun dia belum membeberkan secara pasti hotel mana saja yang nantinya akan bekerja sama dengan pemerintah.
Selain hunian, pemerintah juga akan mempersiapkan transportasi untuk para petugas medis dan gugus tugas. "Kemenparekraf juga sedang melakukan koordinasi dengan penyedia transportasi untuk menyediakan alat transportasi untuk para petugas medis dan gugus tugas," imbuhnya.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap di rumah serta bersatu padu dalam memerangi virus ini dengan cara mematuhi imbauan-imbauan dari pemerintah agar dapat mengendalikan penyebaran virus. "Mari kita ikuti arahan-arahan dari pemerintah dan gugus tugas, sebab cara dan penanganan wabah ini di setiap negara tentu saja berbeda-beda, sebab memiliki kondisi yang tidak sama," katanya.
Advertisement
Beri Asuransi dan Santunan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,1 triliun dalam bentuk asuransi dan santunan kepada tenaga medis yang menangani COVID-19. Meski begitu, desain pemberian santunan dan asuransi kepada tenaga medis itu masih dimatangkan pemerintah.
"Mereka (tenaga medis) ada di depan yang menghadapi risiko paling besar," kata Sri Mulyani dikutip Antara, Jumat (20/3).
Dia menambahkan, pemerintah juga masih menghitung besaran dana agar segera bisa diberikan kepastian kepada seluruh tenaga medis baik dokter, dokter spesialis dan perawat atau paramedis. "Namun kami sudah mencadangkan total untuk intervensi ini antara Rp3,1 hingga Rp6,1 triliun," imbuhnya.
Namun, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu belum merinci berapa jumlah tenaga medis di seluruh Indonesia yang akan diberikan santunan dan asuransi tersebut.
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6.com