Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggandeng swasta untuk melistriki daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Saat ini masih ada 25.000 rumah tangga di wilayah 3 T Indonesia Timur yang belum mendapat pasokan listrik dari jaringan PLN.
"Di Indonesia Timur 25.000 rumah tangga, masih banyak pekerjaan rumahnya," kata Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Perencanaan Pembangunan Infrastruktur dan Investasi, Triharyo Soesilo, di Jakarta, Kamis (6/2).
Menurut Triharyo, untuk mempercepat penyediaan listrik di Indonesia Timur, Menteri ESDM Arifin Tasrif telah mengarahkan PLN menggandeng investor. Hal ini untuk meringankan PLN dalam membangun infrastruktur kelistrikan.
"Arahan pak menteri coba dorong investor, kalau PLN sibuk dengan 35.000 MW, di dunia ternyata banyak investor melistriki daerah tertinggal, di Afrika," tuturnya.
Advertisement
Pemanfaatan Dana Desa Bisa Menjadi Opsi
Dia mengungkapkan, skema penyediaan listrik di wilayah 3T di Indonesia Timur bisa memanfaatkan dana desa yang dikelola Bada Usaha Milik Desa (BUMDes). Nantinya BUMDes tersebut bisa menggandeng perusahaan listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).
Dia pun berharap dengan skema tersebut bisa melistriki masyarakat 3T di Indonesia Timur dalam 2 tahun. "Tolong IPP dengan Kementerian Desa, dengan dana desa BUMDes membiayai listrik luar biasa. Mari kita laksanakan prgram ini kalau bisa 2 tahun selesai," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6