Bank Mandiri Taspen Jaga Angka Kredit Macet di 0,63 Persen

Direktur Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Nurkholis menyatakan perseroan akan menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di angka 0,63 persen hingga akhir tahun 2019. Angka tersebut bersumber dari portofolio secara keseluruhan mulai dari segmen ritel hingga mikro.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Bank Mandiri Taspen Jaga Angka Kredit Macet di 0,63 Persen
Direktur Bank Mantap Nurkholis saat penerbitan obligasi. ©2019 Liputan6.com/Athika Rahma

Direktur Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Nurkholis menyatakan perseroan akan menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di angka 0,63 persen hingga akhir tahun 2019. Angka tersebut bersumber dari portofolio secara keseluruhan mulai dari segmen ritel hingga mikro.

"Target kita menjaga 0,63 persen sampai akhir tahun. Itu blended dari portofolio ritel sampai mikro. Kalau dari pensiunan saja itu 0,2 persen," ujar Nurkholis di Bursa Efek Indonesia, Rabu (27/11).

Sementara, perseroan ditargetkan meraup laba sebesar Rp420 miliar hingga akhir tahun 2019. Angka tersebut lebih tinggi dari tahun kemarin, Rp333 miliar. Untuk target tahun depan, perseroan memasang angka Rp500 miliar.

Pendapatan fee based perseroan hingga Oktober tahun ini mencapai Rp280 miliar, dengan target akhir tahun Rp400 miliar. Nurkholis menyatakan, perolehan fee based income hampir sebanding dengan laba.

"Pendapatan kredit dan lainnya meningkat, tapi karena kami butuh pendanaan untuk insiatif strategis seperti IT dan lainnya, sehingga pertumbuhan fee based kami sebanding dengan laba," ujarnya.

Pertumbuhan Kredit 40 Persen di 2019

Bank Mantap menargetkan pertumbuhan kredit di tahun depan mencapai 40 persen, seiring dengan penguatan modal dari suntikan dana yang diberikan oleh Bank Mandiri dan Taspen sebesar Rp500 miliar.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso mengatakan, hingga akhir tahun ini, penyaluran kredit yang dilakukan oleh Bank Mantap diperkirakan akan mencapai Rp15,7 triliun. Angka ini naik 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"(Kredit) Rp15,7 triliun sampai akhir tahun. Sekarang sudah hampir Rp15 triliun. (Tumbuh) Di atas 50 persen," ujar dia di Jakarta, Selasa (18/12).

Dia mengungkapkan, dari jumlah kredit tersebut, sebagian besar disalurkan kepada para pensiunan. Sedangkan hanya sebagian kecil untuk sektor ritel. "90 persen ke pensiunan. Sisanya retail," kata dia.

Sedangkan untuk tahun depan, Josephus menargetkan pertumbuhan kredit Bank Mantap bisa mencapai 40 persen. Salah satunya didorong oleh suntikan dana sebesar Rp500 miliar tersebut.

"(Tahun depan) 30 persen-40 persen. (Suntikan) Rp500 miliar, porsinya yang pasti mendukung ekspansi kita tahun 2019. Antara lain untuk membuka jaringan, ekspansi kredit," tandas dia.

Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun

Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap catatkan obligasi perdana sebesar Rp1 triliun yang merupakan bagian dari Penerbitan Umum Berkelanjutan (PUB) tahap 1 tahun 2019. Dalam penerbitan obligasi ini, Bank Mantap turut mencatatkan permintaan sebesar Rp2,8 triliun atau 2,8 kali melebihi target yang diharapkan dari para investor.

Jumlah emisi dalam dua seri obligasi PUB Tahap 1 yang ditawarkan, Seri A dengan kupon 7,90 persen bertenor 3 tahun memiliki nilai emisi Rp700 miliar. Sedangkan, Seri B dengan kupon 8,20 persen bertenor 5 tahun memiliki nilai emisi Rp300 miliar.

"Para investor pemegang obligasi akan mendapat pembayaran kupon pertamanya pada 20 Februari 2020 untuk Seri A dan 26 Februari 2020 untuk Seri B," ujar Nurkholis.

Sementara, komposisi emisi investor institusi ialah 99 persen dan investor ritel ialah 1 persen. Obligasi ini diterbitkan dalam rangka mendukung ekspansi bisnis perusahaan. Khususnya penyaluran kredit yang ditargetkan tumbuh Rp20,46 triliun hingga akhir tahun.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi