Bappenas Pastikan Presiden Jokowi Tak Ingin Pemindahan Ibu Kota Berhenti di Wacana

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, mengakui rencana pemindahan ibu kota Indonesia bukan lah sesuatu yang baru. Sejak era Presiden Soekarno dan Soeharto rencana pemindahan ibu kota sudah dicanangkan.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Bappenas Pastikan Presiden Jokowi Tak Ingin Pemindahan Ibu Kota Berhenti di Wacana
Diskusi Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, mengakui rencana pemindahan ibu kota Indonesia bukan lah sesuatu yang baru. Sejak era Presiden Soekarno dan Soeharto rencana pemindahan ibu kota sudah dicanangkan.

"Meskipun wacana sudah diangkat sejak presiden Soekarno 1947 Soeharto 1980-an tapi pada kesempatan ini, Presiden Jokowi ingin tidak berhenti di wacana tapi pindah konkret," katanya dalam acara Forum Merdeka Barat di Kementerian Bappenas, Jakarta, Rabu (10/8).

Menteri Bambang mengatakan pemerintah sendiri saat ini tengah belajar dari beberapa negara yang sukses memindahkan lokasi ibu kotanya, salah satunya yakni Brasil. Menurutnya, banyak yang mengira kalau ibu kota Brasil adalah Rio de Janeiro. Padahal, ibu kota ini sudah resmi dipindahkan sejak 1960 ke Brasilia.

"Kita berbahagia sekali bisa belajar dari negara yang mempunyai banyak kesamaan meskipun wilayahnya jauh seperti brasil," katanya.

Menteri Bambang menyebut, meski banyak negara-negara lain yang berhasil pindahkan ibu kotanya seperti Pakistan, Nigeria, Australia, dan Malaysia, namun Brasil lah yang punya kemiripan dengan Indonesia.

"(Pemindahan ibu kota) Kita sama-sama negara G20, juga secara ekonomi negera berkembang dan berpotensi nantinya masuk top 10 ekonomi dengan PDB terbesar. Wilayahnya besar. Bedanya satu, brasil sifatnya continent dan kita kepulauan," katanya.

Rekomendasi