Eropa Larang Impor Kelapa Sawit, Jokowi & Mahathir Mohamad Layangkan Surat Keberatan

Indonesia terus berupaya untuk melawan kampanye hitam yang dilancarkan oleh Uni Eropa terhadap produk kelapa sawit. Dalam menjalankan upaya perlawanan dan protes, Indonesia tidak hanya bergerak sendiri tapi juga terlibat dengan negara-negara lain yang juga dirugikan oleh kebijakan Uni Eropa.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Eropa Larang Impor Kelapa Sawit, Jokowi & Mahathir Mohamad Layangkan Surat Keberatan
Jokowi sambut Mahatir Mohamad Protes Larangan Impor Kelapa Sawit Eropa. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Indonesia terus berupaya untuk melawan kampanye hitam yang dilancarkan oleh Uni Eropa terhadap produk kelapa sawit. Dalam menjalankan upaya perlawanan dan protes, Indonesia tidak hanya bergerak sendiri tapi juga terlibat dengan negara-negara lain yang juga dirugikan oleh kebijakan Uni Eropa.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani surat bersama PM Malaysia, Mahathir Mohamad. Surat tersebut akan dilayangkan ke pihak Uni Eropa.

"Soal sawit kemarin presiden sudah tandatangani surat bersama antara presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Mahathir," kata dia, dalam acara Coffee Morning, di Kantornya, Jakarta, Senin (8/4).

Menurut mantan Menko Polhukam ini, surat yang ditandatangani Presiden Jokowi tersebut, berisikan poin-poin keberatan terhadap rencana Uni Eropa melarang impor produk sawit.

"Tentang keberatan kita terhadap rencana Uni Eropa mem-ban sawit Indonesia, atau sawit dunia lah," jelas dia.

Menko Luhut pun menegaskan bahwa pemerintah memandang rencana Uni Eropa melarang produk kelapa sawit adalah persoalan serius. Sebab, berkaitan dengan hajat hidup sekitar 20 juta petani kelapa sawit di Indonesia. "Dari kaca mata kita itu menyangkut nasib 20 juta petani," tandasnya.

Rekomendasi