Kemendag sebut tambahan impor beras 500.000 ton untuk stok Bulog

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widayanti mengatakan, tambahan izin impor beras sebanyak 500.000 ton yang didatangkan dari Vietnam dan Thailand untuk meningkatkan stok beras Bulog. Sebab, Bulog‎ harus memiliki stok yang cukup dalam mengantisipasi lonjakan harga pangan seperti beras.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kemendag sebut tambahan impor beras 500.000 ton untuk stok Bulog
Beras Bulog. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widayanti mengatakan, tambahan izin impor beras sebanyak 500.000 ton yang didatangkan dari Vietnam dan Thailand untuk meningkatkan stok beras Bulog.

Sebab, sebagai BUMN yang bertugas menjaga ketersediaan pangan, Bulog‎ harus memiliki stok yang cukup dalam mengantisipasi lonjakan harga pangan seperti beras.

‎"Bulog kan harus punya cadangan beras yang mencukupi, jadi supaya bisa cukup sebagai buffer stok," ujar dia di Kawasan Kasablanka, Jakarta, Kamis (17/5).

Dia menambahkan, meski saat ini Bulog memiliki stok beras lebih dari 1 juta ton, namun stok yang ada tersebut bisa saja digelontorkan sewaktu-waktu dalam rangka mengendalikan harga. Terlebih saat memasuki Ramadan seperti sekarang di mana permintaan pangan cenderung akan meningkat.

"Ini untuk menjaga saja supaya kita lebih kuat lagi," kata dia.

Meski demikian, dia memastikan memasuki Ramadan rata-rata harga beras secara nasional terkendali. Bahkan sebagai besar telah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Kemendag.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membenarkan adanya tambahan importasi beras sebanyak 500.000 ton yang didatangkan dari Vietnam dan Thailand, yang diputuskan dalam Rapat Koordinasi di Kantor Menteri Koordinator Perekonomian.

Hal ini sebelumnya diberitakan pada laman The Voice Of Vietnam Online (vov.vn), yang menyebutkan bahwa Perum Bulog telah menandatangani kontrak untuk melakukan pembelian beras sebanyak 300.000 ribu ton dari Vietnam dan 200.000 dari Thailand.

"Iya, betul. Itu pemasukan April hingga Juli 2018," kata Enggar di Jakarta, dikutip Antara, Senin (14/5).

Reporter: Septian Deny‎

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi