Indonesia dinyatakan lolos standar keselamatan dan keamanan penerbangan Federal Aviation Administration (FAA) dari Kategori 2 ke Kategori 1. Minggu ini rencananya sertifikat peningkatan peringkat Indonesia tersebut akan diserahkan oleh pihak FAA.Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Mohammad Alwi, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan seluruh penilaian dan dinyatakan naik peringkat oleh badan yang bermarkas di Amerika Serikat itu."Akhirnya setelah 10 tahun, kita lolos dan Duta Besar Amerika sudah memberi selamat kepada saya," katanya dalam sosialisasi perundang-undangan di bidang penerbangan di Bandung, seperti dilansir Antara, Kamis (4/8)."Setelah ganti empat menteri dan empat dirjen, akhirnya usaha ini berhasil. Saya sudah bilang ke Pak Jonan (Menhub sebelumnya), bahwa tugas saya untuk FAA ini sudah selesai," tambahnya.Alwi berkisah, pada saat Ignasius Jonan masih menjabat menteri perhubungan, dia diancam dicopot dari jabatannya apabila tidak berhasil menaikkan peringkat standar penerbangan tersebut."Karena ini menyangkut penerbangan dunia, aturan penerbangan itu bukan hanya aturan penerbangan di kantor kita atau di Indonesia tapi global," katanya.Dengan lolosnya peringkat 1 FAA, maka maskapai Indonesia berhak terbang ke Amerika Serikat lagi dan salah satu yang akan menjalankannya, yaitu maskapai Garuda Indonesia.Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk M Arif Wibowo sebelumnya mengatakan akan membuka rute New York dan Los Angeles pada 2017. "Tahun depan kita akan coba karena ini sudah masuk rencana lima tahunan, kalau bisa lebih cepat," katanya.Arif menyebutkan potensi pasar penerbangan dari Negara Paman Sam itu ke Indonesia sebanyak 400.000 penumpang per tahun. Dia menambahkan kota tujuan yang sangat berpotensi, yakni Los Angeles dan New York."Long Angeles sendiri potensinya 120.000 penumpang dan New York kita sudah pelajari potensinya jauh lebih besar," katanya.Nantinya, lanjut dia, penerbangan tersebut akan transit di Narita, Jepang, dengan mengoperasikan dua pesawat berbadan lebar (wide body) Boeing 777. "Kita maunya direct (langsung), tapi belum memungkinkan, jadi opsinya melewati Narita, Jepang," katanya.
Indonesia sukses mendapat kategori 1 standar penerbangan FAA
"Akhirnya setelah 10 tahun, kita lolos dan Duta Besar Amerika sudah memberi selamat kepada saya," kata Alwi.
Advertisement
Rekomendasi