Rakyat kecil, kekuatan BRI tangkal kolaps akibat krisis moneter 98

Pada saat itu banyak bank kolaps sehingga terpaksa harus ditutup.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Rakyat kecil, kekuatan BRI tangkal kolaps akibat krisis moneter 98
Rakyat kecil, kekuatan BRI tangkal kolaps akibat krisis moneter 98

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank tertua di Indonesia. BRI, tahun ini, akan merayakan ulang tahunnya ke-121 dalam beroperasi di industri keuangan Tanah Air.

Di usianya yang cukup panjang, BRI sudah beberapa kali menghadapi goncangan ekonomi. Salah satunya pada 1998, di mana pada saat itu banyak bank kolaps sehingga terpaksa harus ditutup.

Sekretaris Perusahaan BRI Hari Siaga Amijarso mengatakan kunci BRI tetap berdiri tegak hingga saat ini ialah berkat kekuatan rakyat kecil. Pengusaha kecil atau UMKM menjadi tulang punggung BRI menghadapi terpaan krisis moneter. Di mana banyak bank yang bangkrut dan diambil alih oleh asing karena tingginya suku bunga yang diakibatkan banyaknya likuiditas keluar.

"Modal perbankan kan likuiditas. Mau tidak mau untuk mempertahankan uangnya maka bunganya dinaikan. Itu yang mengakibatkan modal perbankan habis maka perlu di rekapitalisasi. BRI saat itu di rekap yang paling kecil dari bank BUMN lain. Artinya, BRI kena dampak krisis itu kecil karena kita di 75 persen di UMKM. Yang terdampak krisis itu yang berhubungan dengan valuta asing, bisnis ekspor impor, kredit valas," ungkapnya pada merdeka.com di Jakarta, akhir pekan ini.

Sampai sekarang, BRI tetap konsisten memfokuskan pada pelayanan kepada masyarakat kecil, diantaranya dengan memberikan fasilitas kredit kepada golongan pengusaha kecil. Hal ini antara lain tercermin pada perkembangan penyaluran KUK (Kredit Usaha Kecil).

"BRI tidak akan lepas dari UMKM karena asal usulnya BRI itu berasal dari perkembangan masyarakat kecil, mikro. Bahkan, dari seluruh kredit yang ada, portofolio kita 75 persen ada di UMKM, yang meliputi mikro maupun ritel," jelas Hari.

Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat maka sampai saat ini BRI mempunyai unit kerja yang berjumlah 4.447 buah, yang terdiri dari 1 Kantor Pusat BRI, 12 Kantor Wilayah, 12 Kantor Inspeksi /SPI, 170 Kantor Cabang (dalam negeri), 145 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Cabang Khusus, 1 New York Agency, 1 Caymand Island Agency, 1 Kantor Perwakilan Hongkong, 40 Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil Bank, 193 P.POINT, 3.705 BRI UNIT dan 357 Pos Pelayanan Desa.

Rekomendasi