JK: Saya marah ke bank, mengambil untung besar dari pengusaha kecil

Besarnya suku bunga membuat Indonesia kehilangan daya saing jelang pasar bebas ASEAN.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
JK: Saya marah ke bank, mengambil untung besar dari pengusaha kecil
Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku geram mendapati suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sempat mencapai angka 22 persen. Menurut JK, patokan suku bunga yang besar itu justru menghukum pengusaha kecil.Hal itu diungkap JK saat memberikan pengarahan kepada Pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) hasil Munas VIII 2015."Saya marah dengan bank, yang membuat kebijakan menghukum pengusaha kecil, itu diskriminatif, kenapa pengusaha besar bunganya kecil, itu kan sama saja mengeruk keuntungan dari pengusaha kecil, makanya saya ubah dalam satu hari menjadi 12 persen," papar JK di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (16/11).Lebih lanjut JK mengatakan, pemerintah sudah merancang besaran suku bunga yang bisa mendorong pertumbuhan pengusaha kecil di berbagai sektor. Diharapkan, patokan suku bunga pinjaman itu digunakan bagi bank yang hendak memberikan kredit kepada pengusaha kecil."Kita upayakan UKM atau bentuknya nanti akan kita berikan subsidi, kalau peternakan itu 5 persen, kalau mewah tidak, apa industri yang dikerjakan, kalau UKM itu 9 persen sehingga bank yang lain pasti ikut, jadi tidak mungkin bank swasta tidak mengikuti," ucap JK.Wapres JK menegaskan, besarnya suku bunga pinjaman merupakan persoalan yang menyebabkan Indonesia memiliki daya saing rendah menjelang keterbukaan pasar ASEAN atau MEA, akhir tahun ini."Apa yang kita hadapi, dewasa ini dalam perdagangan adalah persaingan, apalagi perkembangan yang akan datang, apa inti persaingan, membuat lebih baik, lebih murah, dan lebih cepat, itu bicara perdagangan bebas, yang memenangkan siapa yang lebih baik kualitasnya, lebih cepat, dan lebih murah, bukan lagi fasilitas, tentu banyak hal, seperti tabungan, ini yang menjadi perhatian kita semua," tutur JK.

Rekomendasi