Pejabat dinilai sibuk cari gelar doktor tapi tak punya keahlian

Pandangan masyarakat berorientasi pada ijazah membuat 50 persen lulusan perguruan tinggi bekerja di bidang layanan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Pejabat dinilai sibuk cari gelar doktor tapi tak punya keahlian
Dahlan Iskan dapat gelar Doctor Honoris Causa. ©2013 Merdeka.com/parwito

Ekonom Raden Pardede mengkritik kualitas pendidikan dan kebiasaan masyarakat Indonesia. Pemikiran yang berkembang di masyarakat saat ini, kata dia, pendidikan hanya mementingkan ijazah tanpa memperhatikan keahlian. Banyak masyarakat bertitel doktor namun tidak punya keahlian.

Bahkan Raden Pardede menyebut banyak pejabat Indonesia yang gila gelar dan berlomba-lomba mendapat titel doktor. Namun gelar itu tidak sesuai dengan kemampuan dan keahlian.

"Kita terlampau fokus pada ijazah dan tidak pada keahlian. Makin banyak lulus tinggi tapi tidak ada keahlian. Bahkan pejabat sekarang banyak mengejar gelar doktor," ucap Raden Pardede di Jakarta, Selasa (11/8).

Cara pandang masyarakat Indonesia yang berorientasi pada ijazah pada akhirnya membuat 50 persen lulusan perguruan tinggi cuma bisa bekerja di bidang atau sektor pelayanan. Sebab, bekerja di bidang layanan sektor non-formal tidak membutuhkan keahlian.

"70 persen perusahaan manufaktur kesulitan tenaga ahli. Ironinya lagi hanya 5 persen tenaga kerja mendapatkan pelatihan formal di lapangan kerja," tutupnya.

Rekomendasi