Presiden Direktur Freeport Indonesia Rozik B Sutjipto siang ini, Senin (24/2) menyambangi kantor Menteri Perindustrian MS Hidayat. Dalam pertemuan ini, Freeport berjanji mengikuti aturan hilirisasi dalam UU No 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu bara.
Ditemui usai pertemuan, MS Hidayat mengatakan Freeport secara serius akan membangun smelter di Indonesia. Keseriusan ini ditunjukkan dengan pembayaran uang jaminan pembangunan.
"Dia tadi datang kepada saya memastikan kesediaan dia untuk dalam 3 tahun membangun smelter itu harus dinyatakan dalam bentuk kesungguhan. Jadi dia mengerti dan harus membayar uang jaminan (escrow account)," ucap Hidayat.
Dalam pandangannya, uang jaminan sebagai bentuk keseriusan perusahaan tambang melakukan pemurnian konsentrat di dalam negeri. Besaran uang jaminan sekitar 5 persen dari investasi smelter yang dilakukan.
"Misalnya dia (Freeport) investasi USD 2 miliar, uang jaminan kira kira USD 100 juta untuk jaminan, itu escrow account. Sehingga ada bentuk kesungguhannya," tambahnya.
Kedatangan bos Freeport Indonesia kali ini hanya untuk meyakinkan pembayaran uang jaminan tersebut. "Secara prinsip mereka memahami dan mengikuti aturan. Ada jaminan kesungguhan membangun smelter. Dulu ditawari 5 persen dari total investasi smelter. Tadi dia minta konfirmasi, ya begitu, menkeu dan ESDM seperti itu, jadi mereka harus bayar," tutupnya.