Stimulus AS berhenti, KEN desak pemerintah 'obati' ekonomi

KEN mengingatkan indikasi penghentian stimulus makin terlihat seiring perbaikan ekonomi AS.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Stimulus AS berhenti, KEN desak pemerintah 'obati' ekonomi
Chairul Tanjung . REUTERS / Beawiharta

Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat tahun depan. Salah satu penyebabnya adalah perbaikan perekonomian Amerika.

Menurut CT, sapaan akrab Chairul Tanjung, Amerika saat ini sudah tumbuh di luar ekspektasi. Bos CT Corp tersebut menjelaskan, salah satu indikator perbaikan ialah tingkat pengangguran di Amerika akan turun di bawah 7 persen tahun depan.

Fakta itu mengindikasikan Amerika akan menarik stimulus ekonominya atau tappering off. Kebijakan ini membuat negara berkembang seperti Indonesia akan mengalami arus modal keluar.

"Mereka (Amerika) akan menarik stimulusnya kembali kalau tidak inflasi akan berlebihan di sana," jelas CT dalam acara KEN di Hotel The Sultan, Jakarta, Selasa (3/12).

Penarikan stimulus, lanjutnya, akan memberi dampak pada Indonesia yaitu melemahnya nilai tukar Rupiah yang pada akhirnya bank sentral Indonesia akan meningkatkan suku bunga. CT mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi ini dengan tepat.

"Hal ini diantisipasi pemerintah dengan mengetatkan ekonomi, dengan menaikkan suku bunga untuk stabilisasi keuangan," jelasnya.

Untuk tahun depan, pemerintah dan Bank Indonesia harus lebih waspada dan memberikan kebijakan yang tepat menghadapi perekonomian global khususnya Amerika tersebut.

"Kebijakannya harus tepat dosis. Kalau salah dosis akan berdampak buruk pada perekonomian kita," tutupnya.

Rekomendasi