Penyaluran kompensasi berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) telah mencapai 93,1 persen. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menuturkan, sejauh ini ada 270.000 rumah tangga sasaran yang mengembalikan Kartu Pengendalian Sosial (KPS).
"Sekarang sudah terbayarkan 93,1 persen. Dan kartu yang dikembalikan 270.000, kemungkinan bisa sampai 500.000," ujar dia di Jakarta, Jumat (9/8).
Beberapa alasan melatarbelakangi pengembalian KPS. Salah satunya peningkatan status dari keluarga miskin menjadi keluarga sederhana. Selain itu, ada juga keluarga yang sudah meninggal dan pindah rumah.
Pemerintah akan mengalihkan KPS yang dikembalikan, untuk keluarga miskin yang belum terdaftar. "Itu nanti akan diganti oleh musyawarah daerah untuk dialihkan ke keluarga miskin yang belum terdaftar," kata dia.
Agung menambahkan kedua tahapan penyaluran BLSM tersebut akan selesai pada 1 November mendatang. Meski dikritik oleh sejumlah anggota DPR dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Agung mengklaim program kompensasi berupa BLSM tidak salah sasaran.
"Semua sudah terserap. Sudah 100 persen tetapi memang jumlahnya belum. Kembali saya tegaskan, BLSM tidak salah sasaran," pungkas dia.