Sekretaris jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Djoko Supriyono mengatakan, kampanye-kampanye negatif yang dilakukan Amerika Serikat dan Eropa terhadap produk minyak kelapa sawit Indonesia, tidak berpengaruh pada ekspor minyak kelapa sawit (CPO) Indonesia ke luar negeri.
Alasannya, ekspor minyak sawit Indonesia kebanyakan mengarah keluar negara maju. "Saat ini dampak dari kampanye negatif itu belum terlihat karena ekspor kita yang terbesar masih ke China dan India," kata Djoko di Jakarta, Selasa (5/5).
Dia menyebutkan, pada periode Januari-April 2012, ekspor CPO Indonesia sudah mencapai 5,3 juta ton. Jumlah tersebut naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4,5 juta ton.
"Karena produksi dalam negeri kita juga sekarang meningkat dan Eropa masih tetap membeli CPO kita," ujar Djoko.
Ekspor CPO Indonesia ke Eropa sendiri, lanjut dia, dalam setahun rata-rata sebanyak 2 juta ton, ke India 4 juta ton dan ke China juga 2 juta ton, sisanya ke Timur Tengah. "Ekspor kita ke India dan China tahun lalu mencapai 35 persen dari total ekspor," tambahnya.