Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Qatar tertarik impor ayam potong hingga mesih jahit dari Indonesia

Qatar tertarik impor ayam potong hingga mesih jahit dari Indonesia ayam potong. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Presiden Dewan Bisnis Indonesia-Qatar, Hendra Hartono mengatakan, Qatar telah mengajukan permintaan untuk melakukan impor 10 jenis barang dari Indonesia dalam waktu dekat ini. Permintaan itu disampaikan melalui Kedutaan Besar Indonesia di Qatar.

"10 jenis barang tambahan itu di luar produk utama yang biasa kita ekspor di antaranya alat tulis kantor, kertas, furnitur, ayam potong, briket, makanan jadi, ikan segar, produk garmen, mesin jahit hingga obat-obatan," katanya seperti dikutip Antara, Kamis (10/8).

Hendra mengatakan, 10 jenis barang tambahan itu punya potensi besar untuk bisa diimpor dari Indonesia. Dia berharap ekspor produk yang diminta itu bisa segera terealisasi lantaran negara lain juga tengah membidik peluang serupa.

Kompetitor seperti Vietnam, Malaysia atau Thailand juga disebutnya terus mengintip peluang ekspor ke Qatar. "Mereka malah diuntungkan dengan jarak yang lebih dekat. Itu masalah kita. Tapi, kita juga punya peluang karena punya produk yang lebih unggul seperti semen misalnya," katanya.

Ketua Komite Tetap Timur Tengah dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) Kadin Indonesia, Fachry Thaib menuturkan, potensi ekspor ke Qatar masih sangat besar. Terlebih dalam kondisi Qatar saat ini yang kena blokade negara sekitar di tengah persiapan perhelatan Piala Dunia 2022.

Meski tengah dilanda krisis, Fachry menilai hal tersebut sebagai peluang bisnis untuk meningkatkan ekspor. Meski ekspor tetap berjalan, dia menyebut blokade memang menyebabkan ekspor ke Qatar kini tidak bisa dilakukan lewat Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sehingga menyebabkan kenaikan ongkos kirim barang.

"Akibat diblokade, barang kita bisa lewat Oman atau Iran. Tadinya kan lewat Dubai. Memang jadi ada peningkatan biaya ongkos, tapi tidak signifikan. Misalnya yang tadinya sebesar USD 1.400-USD 1.600 per kontainer menjadi USD 1.800 atau maksimal USD 2.000 per kontainer," katanya.

Kenaikan biaya ongkos tersebut, lanjut Fachry, masih dapat kompensasi dengan nilai jual yang tinggi. Terlebih, dia mengaku telah mendapatkan pembeli potensial. "Indonesia netral, jadi tidak usah takut kalau kita ekspor ke Qatar. Kita netral. Peluang ini harus kita ambil. Nanti kalau Malaysia ekspor duluan kita ngomel. Apalagi Qatar juga menilai kita karena persaudaraan sebagai sesama negara muslim," tukasnya.

Sepanjang 2016 nilai ekspor Indonesia ke Qatar mencapai USD 900 juta. Sementara hingga pertengahan 2017, nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut mencapai sekitar USD 700 juta. Upaya mendongkrak ekspor didorong untuk bisa terus dilakukan agar nilainya tidak anjlok, terutama dengan adanya krisis yang mendera negara tersebut.

Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar karena hubungan negara ini dengan Iran dan anggapan bahwa kedua negara mendukung kelompok-kelompok teroris yang bertujuan mengacaukan Teluk, khususnya kaitan Qatar dengan Ikhwanul Muslimin yang dianggap ancaman oleh keempat negara.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP