PUPR desak produsen material infrastruktur perbaiki kualitas dan turunkan harga
Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendesak produsen material infrastruktur dalam negeri untuk memperbaiki kualitas barang yang diperdagangkan, serta mempermurah harganya.
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin mengatakan, tenaga kontraktor di Indonesia masih kekurangan suplai material dari dalam negeri sendiri.
"Yang tersimpan secara keseluruhan dari 5 pulau besar di Indonesia ini hanya batu kali. Tapi yang lainnya ada kekurangan," keluh dia di Jakarta, Selasa (2/10).
Dia mengatakan, pihak kontraktor acapkali masih mengimpor bahan material untuk membangun suatu proyek. Padahal, jika ditilik lebih lanjut, stok dalam negeri sudah berlebih.
"Misalnya semen, sesungguhnya itu sudah over supply. Kita sudah cek ke pabrik, itu tidak habis 6 tahun ke depan stok yang ada. Jadi memang seharusnya kita tutup pintu impor untuk semen, agar supaya industri semen juga bisa bangkit," paparnya.
"Saya kira ini juga jadi bagian yang harus diinformasikan, sehingga kondisi kenaikan kurs dan sebagainya seharusnya tidak mempengaruhi terhadap pekerjaan kita," dia menambahkan.
Sebagai bentuk pemanfaatan material lokal, dia coba menyinggung aspal Buton yang sering dipandang sebelah mata oleh tenaga kontraktor dalam negeri. "Tapi kenapa barang ini diekspor ke China? Saya kira ini tantangan. Saya rasa bagaimana kita kembali memanfaatkan material dalam kita, karena sesungguhnya kita punya potensi material cukup besar, sehingga kita bisa mandiri," tegasnya.
Terkait bahan material lain, Syarif pun meminta produsen baja dalam negeri untuk menurunkan harga jualnya yang terlampau mahal. "Baja memang jadi bagian yang kadang-kadang kita impor. Tapi banyak juga baja-baja kita yang diproduksi dalam negeri tapi kita tidak beli karena harganya mahal. Sehingga kami sampaikan pada teman-teman pabrik baja, mohon turunkan harganya," pintanya.
"Hal seperti ini yang perlu jadi pembelajaran, karena kontraktor inginnya bahan yang murah tapi dengan kualitas yang bagus. Kalau ada yang murah pasti akan kita cari. Ini yang jadi tantangan pemerintah agar secara harga kita bisa bersaing," tutup dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya