Punya Tujuan Pariwisata ini, Pemerintah Optimistis Target 20 Juta Wisman Tercapai

Jumat, 11 Januari 2019 18:26 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Punya Tujuan Pariwisata ini, Pemerintah Optimistis Target 20 Juta Wisman Tercapai Tujuan pariwisata Kaki Dian gunung Klabat Minahasa Utara. ©2016 merdeka.com/tommy lasut

Merdeka.com - Menteri Pariwisata, Arief Yahya, optimistis target 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) akan tercapai tahun ini. Sebab, menurutnya, 'border tourism' atau pariwisata perbatasan sebagai tujuan pariwisata sangat potensial.

"Strategi sudah disiapkan, salah satu bidikan utamanya 'border tourism'. 'Border tourism' menjadi salah satu senjata pamungkas Kemenpar untuk merebut target 20 juta wisman di 2019 ini. Jika pada 2018 pariwisata perbatasan menyumbang 18 persen dari total kunjungan wisman, maka tahun ini ditargetkan naik menjadi 20 persen atau sekitar 3,4 juta dari total 20 juta target wisman," kata Menteri Arief seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (11/1).

Pariwisata Perbatasan dilakukan dengan menggarap pasar di wilayah perbatasan NKRI dan hal itu dianggap terbilang sangat realistis. Sebab, wisman dari negara tetangga memiliki kedekatan (proximity) secara geografis sehingga wisman lebih mudah, cepat, dan murah menjangkau destinasi di Indonesia.

Selain itu, mereka juga memiliki kedekatan kultural/emosional yang membuat pariwisata perbatasan lebih mudah didatangkan. Menteri Arief menambahkan potensi pasar pariwisata perbatasan berada di Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, PNG, maupun Timor Leste.

"Benchmark-nya ada di Eropa yang sukses memoles pariwisata perbatasan. Jumlah wisman di Prancis setiap tahun mencapai 80 juta wisman, atau Spanyol yang mencapai 85 juta wisman. Begitu juga dengan negara-negara kecil di Eropa yang memiliki jumlah wisatawan mencapai 10 juta karena ditopang oleh pariwisata perbatasan yang baik," katanya.

Pihaknya akan memperkuat 'cross border tourism' sebagai salah satu solusi bagi pencapaian target Kemenpar. Salah satunya menciptakan kantung-kantung destinasi baru yang digerakkan oleh kegiatan di lintas perbatasan seperti di Atambua, Belu, NTT, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Selain itu juga di Aruk, Sambas, Kalbar, kemudian di Skow, Papua, Kepri, Batam, Bintan dan lainnya.

"Tentunya di tahun 2019 Kemenpar akan 'all out' menggelar acara-acara festival dan musik di wilayah perbatasan sebagai tujuan pariwisata sehingga dapat memaksimalkan kunjungan wisman dari area perbatasan," katanya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini