Presiden Jokowi Beberkan Tantangan Industri Jasa Keuangan di 2022

Kamis, 20 Januari 2022 13:25 Reporter : Anisyah Al Faqir
Presiden Jokowi Beberkan Tantangan Industri Jasa Keuangan di 2022 Jokowi di Dies Natalis ke-67 Unpar. ©2022 Merdeka.com/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengakui kinerja sektor keuangan tahun 2021 menunjukkan sejumlah perbaikan. Tercermin dari stabilitas perekonomian dan sistem keuangan yang tetap terjaga dengan baik.

"Kita memiliki pondasi yang kuat untuk melakukan akselerasi pemulihan," kata Presiden Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022 di Jakarta, Kamis (20/1).

Hanya saja, perbaikan tersebut di tahun 2022 harus sangat hati-hati dengan munculnya varian omicron yang tengah menggeliat penyebarannya di dunia. Tak terkecuali di Indonesia meski saat ini masih bisa dikendalikan.

"Meski kinerja ekonomi sektor riil semakin baik tapi kita harus tetap waspada terhadap perkembangan covid 19 utamanya varian omicron," kata dia.

Tak hanya itu, dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian juga harus diwaspadai. Antara lain kelangkaan pangan, kelangkaan energi, kelangkaan kontainer, kenaikan inflasi hingga kenaikan harga produsen. Mengingat dampak ke dalam negeri sudah mulai terasa.

Dia melanjutkan, pandemi berkepanjangan betul-betul menimbulkan luka yang dalam pada berbagai tertentu. Bahkan pada saat bersamaan terjadi gangguan rantai pasok global yang memicu peningkatan harga komoditas dunia. Sehingga menimbulkan inflasi global yang semakin tidak menentu.

"Saya kira persoalan-persoalan ini harus kita cermati karena dampaknya ada pada negara kita," kata dia.

Maka dari itu, diperlukan strategi penanganan yang lebih spesifik yang detail dan efektif. Penuh kehati-hatian agar tidak mengganggu upaya pemulihan ekonomi nasional.

Maka kebijakan dan instrumen pengawasan yang dikeluarkan OJK harus mampu mencegah meluasnya dampak pandemi. Khususnya terhadap sektor perekonomian dan keuangan. Termasuk membantu sektor informal dan UMKM agar mampu bertahan.

"Bahkan kita harapkan bisa tumbuh lebih baik dengan berbagai inovasi dan terobosan," kata dia mengakhiri.

2 dari 2 halaman

OJK Target Kredit Bank Tumbuh 7,5 Persen 2022

kredit bank tumbuh 75 persen 2022

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan realisasi penyaluran kredit perbankan pada 2022 bisa tumbuh 7,5 persen. Optimisme ini ini ditopang dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang semakin longgar.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, kinerja pertumbuhan kredit perbankan sangat bergantung pada mobilitas masyarakat. Bila kebijakan pemerintah semakin longgar, maka aktivitas masyarakat di luar rumah meningkat.

"Kalau kebijakannya leluasa, ruang buat belanja, buat piknik, pergi menemui orangtua ini lebih besar. Sehingga menimbulkan orang buat spending," kata Wimboh di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (20/1).

Meningkatnya belanja masyarakat membuat permintaan produk meningkat. Pelaku usaha pun membutuhkan modal usaha dan mengajukan kredit dari perbankan. "Yang jualan banyak produksinya, maka butuh modal kerja," sambungnya.

Wimboh melanjutkan 53 persen PDB Indonesia ditopang dari konsumsi rumah tangga. Tahun 2021 pertumbuhan kredit sangat tinggi menjadi 5,2 persen dari tahun 2020 yang mengalami kontraksi. Padahal di pertengahan tahun lalu dan penyebaran varian delta yang membuat aktivitas ekonomi tertahan selama 2 bulan.

Meski memiliki target penyaluran kredit tumbuh 7,5 persen, namun Wimboh ingin realistis karena munculnya varian omicron. Ancaman dampak omicron ini membuat OJK tidak terlalu optimis pertumbuhan kredit perbankan bisa lebih tinggi dari tahun 2021.

"Tahun 2021 ini loncatannya luar biasa," kata dia.

Wimboh yakin bila penanganan varian omicron bisa dikendalikan, pertumbuhan kredit bisa mencapai target. "Jadi saya rasa ini kalau kreditnya 7,5 persen bisa dicapai dengan catatab bisa kontrol covid-19," katanya.

[bim]

Baca juga:
Kinerja Pasar Modal Indonesia 2021 Terbaik Ketiga Asia
Simak Syarat dan Panduan Ajukan KPR BTN Subsidi
Panduan Lengkap dan Syarat Pengajuan KUR di BRI, BNI dan Bank Mandiri
Bank BJB Dukung Pengembangan UMKM di Bali
Bank Indonesia Catat Kebutuhan Kredit Korporasi Meningkat per Akhir 2021
Dalam Sepekan, BTN Catatkan Akad Kredit 6.000 Unit Rumah
Simak Cara Lengkap Buka Rekening BTN Tanpa Perlu Ke Kantor Cabang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini