PLN Duga Tagihan Listrik Masyarakat Naik karena Banyak Bekerja dari Rumah

Jumat, 22 Mei 2020 19:53 Reporter : Merdeka
PLN Duga Tagihan Listrik Masyarakat Naik karena Banyak Bekerja dari Rumah meteran listrik. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Sejumlah masyarakat sempat mengeluhkan tagihan listrik yang naik pada beberapa waktu lalu, bahkan muncul dugaan PLN menaikkan tarif listrik diam-diam.

n"Kemungkinan satu tagihan memang april 70 kwh banyak bekerja di rumah, siswa belajar jarak jauh banyak gunakan kuota internet penggunaan listrik akan naik," kata Doddy, di Jakarta, Jumat (22/5).

Menurutnya, pencatatan meter yang tidak dilaporkan sehingga perhitungan berdasarkan rata-rata dalam 3 bulan juga membuat seolah tagihan listrik naik. PLN pun siap mengembalikan kelebihan tagihan listrik jika terjadi, kelebihan tersebut akan dibayarkan dengan mengurangi tagihan pada bulan berikutnya.

"Tidak akan hilang deposit, tapi juga bagi yang kurang tagih kurang bayar lapor, kita sama-sama fair percaya PLN kami juga berusaha transaksi secara fair," tuturnya.

PLN pun akan kembali mengaktifkan pencatatan meter secara langsung oleh petugas catat meter mulai Mei 2020 (untuk penerbitan rekening listrik bulan Juni 2020). Petugas catat meter akan datang ke rumah pelanggan pascabayar dengan tetap memperhatikan pedoman pencegahan pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, untuk antisipasi penyebaran Covid-19 yaitu dengan menggunakan standar Alat Pelindung Diri (APD).

1 dari 1 halaman

Baca Meter Sendiri Tetap Berlaku

sendiri tetap berlaku rev2

Layanan pelaporan stand meter sendiri (Baca Meter Mandiri) via aplikasi WhatsApp Messenger (WA) ke nomor 08122 123 123 juga tetap berlaku, dengan periode pelaporan pada tanggal 24-27 setiap bulannya. Pelaporan mandiri pelanggan yang valid akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik selama pandemi COVID-19.

Jika pelanggan tidak mengirimkan laporan mandiri melalui WhatsApp dan lokasi rumah pelanggan tidak bisa didatangi oleh petugas, maka PLN akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar perhitungan rekening listrik.

Untuk pembayaran listrik atau pembelian token, PLN juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan online dalam melakukan pembayaran tagihan atau pembelian token listrik, di antaranya melalui ATM, Internet Banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) ataupun melalui aplikasi E-Commerce.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
PLN Jamin Listrik Jakarta Aman Selama Lebaran 2020
Ada Larangan Mudik, Konsumsi Listrik Jakarta Saat Lebaran Diprediksi Lebih Tinggi
Diskon dan Tarif Listrik Gratis PLN Akan Diperpanjang Hingga September 2020
Menteri Erick Minta PLN Perpanjang Pemberian Diskon dan Listrik Gratis
PLN Kembali Catat Meter Listrik ke Rumah Pelanggan Mulai Akhir Bulan Ini

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tarif Listrik
  3. PLN
  4. Ragam Konten
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini