PGN: 48 persen produksi gas Indonesia langsung diekspor
Merdeka.com - Cadangan gas bumi Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia mencapai 170 trillion cubic feet (TCF). Sementara, produksi gas bumi Indonesia per tahunnya sebanyak 2,87 TCF.
Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, Heri Yusup mengatakan, saat ini gas yang diekspor mencapai 48 persen. Sedangkan, 52 persen digunakan untuk kebutuhan dalam negeri.
"Untuk kebutuhan dalam negeri gas kita menggunakan 52 persen dari produksi," ujar Heri di Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/10).
Menurutnya, pemenuhan energi harus seimbang antara minyak dan gas. Dengan begitu, penggunaan dan impor energi fosil semakin berkurang. "Sebenarnya minyak dan gas bumi harus saling mensubtitusi satu sama lain. Di saat kita impor BBM, di sisi lain ekspor gas naik. Sementara saat impor BBM kita turun, ekspor gasnya juga harus turun untuk mensubtitusi kebutuhan energi," tegasnya.
Heri menegaskan, saat ini gas bumi lebih banyak diekspor untuk meningkatkan penerimaan negara. Sebab, infrastruktur gas bumi masih belum bisa memenuhi kebutuhan gas hingga ke daerah-daerah pelosok.
"Gas bumi setelah diproduksi harus segera dimanfaatkan dan sudah ditentukan pembelinya. Karena kalau tidak, gas yang diproduksi itu jadi tidak ekonomi," kata Heri.
PGN sendiri saat ini sudah memiliki infrastruktur pipa gas yang dibangun dan dioperasikan sepanjang lebih dari 7.200 kilometer (km). Hingga 2019, PGN akan kembali membangun pipa gas sepanjang 1.680 km.
"Penambahan infrastruktur gas ini dapat meningkatkan kemampuan pemanfaatan gas bumi sebanyak 1.902 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Pada 2015, PGN baru menyalurkan gas bumi mencapai 1.591 juta MMSCFD. Dari penyaluran gas bumi PGN kepada pelanggan tersebut menciptakan penghematan bagi negara sebanyak Rp88,03 triliun per tahun," pungkas Heri.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya