Perusahaan BUMN dan swasta didorong perangi krisis iklim

Rabu, 23 Agustus 2017 19:29 Reporter : Idris Rusadi Putra
Perusahaan BUMN dan swasta didorong perangi krisis iklim gedung BUMN. wordpress.com

Merdeka.com - Perusahaan BUMN dan swasta didorong untuk memerangi perubahan iklim. Hal ini sekaligus sebagai bentuk mendukung Kesepakatan Paris 2015. Sebanyak 195 negara peserta Konferensi Perubahan Iklim, atau Conference of Parties (COP) 21 telah menyetujui Kesepakatan Paris (Paris Agreement), yaitu kesepakatan internasional berbasis hukum untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pasca 2020.

Manager The Climate Reality Project Indonesia, Amanda Katili Niod mengatakan, salah satu cara memerangi perubahan iklim adalah menyelenggarakan atau memutar film An Inconvenient Sequel: Truth to Power bagi karyawan, relasi dan mahasiswa di berbagai kota di Indonesia. Selain itu, juga memberi buku dengan judul yang sama kepada para pemangku kepentingan, terutama perpustakaan berbagai universitas di seluruh Indonesia.

"Penyebarluasan buku dan pemutaran film, diharapkan akan menciptakan gebrakan seputar isu perubahan iklim global, dampaknya, dan bagaimana menangani masalah ini," ucap Manager The Climate Reality Project Indonesia, Amanda Katili Niod dalam keterangannya dikutip merdeka.com di Jakarta, Rabu (23/8).

The Climate Reality Project Indonesia telah bekerja sama dengan Paramount Pictures mengadakan pemutaran perdana film An Inconvenient Sequel: Truth to Power. Ini merupakan film dokumenter tentang perubahan iklim, dibawakan oleh mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore, yang pertama dirilis tahun 2006.

"Jika pada An Inconvenient Truth yang pertama Al Gore dengan gayanya yang menarik, berhasil meyakinkan masyarakat bahwa pemanasan global itu nyata, penyebab utamanya adalah manusia, dan pengaruhnya sangat dahsyat jika tidak segera disikapi. Pada An Inconvenient Sequel: Truth to Power yang baru rilis 2017 ini, lebih membangkitkan semangat dan solusi yang menunjukkan seberapa dekat kita dengan revolusi energi," jelas Amanda.

Menurutnya, film ini juga banyak menceritakan upaya Al Gore melanjutkan perjuangannya yang tak kenal lelah berkeliling dunia melatih pejuang iklim serta mempengaruhi kebijakan iklim internasional. Banyak momen-momen pribadi maupun public yang lucu dan getir, saat dia mengejar gagasan inspirasional bahwa perubahan iklim dapat diantisipasi jika masyarakat dunia mau berkomitmen bersama-sama memperjuangkannya.

"Pemutaran film ini merupakan momen unik untuk mengumpulkan teman dan jaringan, serta meminta mereka untuk membantu meyakinkan semua kalangan, bahwa krisis iklim adalah isu yang harus diperhatikan saat ini dan masa mendatang."

Bersama dengan diluncurkanya film, Al Gore juga menerbitkan buku dengan judul yang sama. Al Gore mengumpulkan penelitian mutakhir dari para ilmuwan terkemuka di seluruh dunia, ditambah cerita pengalaman dan hasil pengamatan pribadi yang dilengkapi dengan lebih dari 200 foto dan ilustrasi visual, untuk mendokumentasikan pemanasan global secara luas.

Untuk membedah lebih jauh mengenai isi buku tersebut, The Climate Reality Project Indonesia bekerja sama dengan Periplus akan menyelenggarakan Booktalk An Inconvenient Sequel: truth to Power pada hari Kamis, 24 Agustus 2017 di Periplus Plaza Indonesia. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini