Pertamina Tunggu Aturan Pemerintah Naikkan Harga Elpiji 3 Kg
Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) masih menunggu regulasi atau aturan resmi pemerintah terkait wacana kenaikan harga elpiji subsidi ukuran tabung 3 Kg.
"Kalau dari kami jawabannya menunggu regulasi pemerintah karena peran Pertamina untuk penyaluran elpiji bersubsidi adalah operator, artinya tunduk pada regulasi pemerintah," kata Senior Supervisor Communication PT Pertamina MOR IV Jawa Tengah, Arya Yusa Dwicandra dikutip Antara Solo, Senin (20/1).
Dia mengatakan, sejauh ini juga belum ada informasi terkait kenaikan harga elpiji subsidi yang diterima oleh Pertamina. Meski demikian, jika benar subsidi ditarik maka harga elpiji per kilogramnya mengikuti harga pasar, seperti halnya BBM nonsubsidi.
"Perhitungannya bisa dilihat dari harga elpiji non-subsidi bright gas, yaitu harga keekonomian," katanya.
Menurut dia, jika harga bright gas 5,5 kg di harga Rp60-70ribu, artinya per kilogram gas seharga Rp11-12 ribu.
Sementara itu, berdasarkan data pada tahun lalu penyaluran elpiji 3 kg subsidi oleh PT Pertamina (Persero) khusus di Jawa Tengah rata-rata 3.132 Metric Ton (MT) atau 1.044.000 tabung/hari.
Menteri ESDM Masih Bahas
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif memastikan rencana pemerintah untuk menata ulang kebijakan penyaluran subsidi elpiji masih dibahas.
Dia mengatakan untuk perubahan juga akan dilakukan dengan memperhitungkan kondisi masyarakat kecil dan dunia usaha.
Menurut dia, dengan mempertimbangkan banyak hal diharapkan tidak memberikan masalah pada masyarakat kecil dan dunia usaha.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya