Pertamina Siap Garap Proyek Kilang Cilacap Tanpa Saudi Aramco

Rabu, 24 April 2019 17:03 Reporter : Merdeka
Pertamina Siap Garap Proyek Kilang Cilacap Tanpa Saudi Aramco Kilang Minyak Pertamina. www.satyayudha.com

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan membangun kilang Cilacap tanpa mitra. Meski, saat ini perseroan sedang melakukan negosiasi untuk menentukan nilai aset di proyek tersebut dengan Saudi Aramco.

Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Tallulembang, mengatakan Per‎tamina sudah mendapat calon mitra untuk menggarap Kilang Cilacap, yaitu perusahaan migas nasional Arab Saudi, Saudi Aramco. Kedua perusahaan pun telah menandatangani perjanjian pembentukan perusahaan patungan.

"Proyek ini saat ini kita sudah pilih partner, Saudi Aramco. Sudah cukup panjang perjalanan, sudah ada Joint Venture Agreement‎," kata Tallulembang, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (24/4).

Berdasarkan perjanjian, negosiasi seharusnya selesai pada Desember 2018, namun diperpanjang enam bulan dengan target selesai Juli, dalam perhitungan kali ini Pertamina menggunakan konsultan penghitung nilai aset independen internasional.

Jika dalam negosiasi enam bulan terakhir masih menemui jalan buntu, Pertamina pun siap berjalan sendiri atau mencari partner baru dalam‎ membangun Kilang yang berkapasitas 1,5 juta barel ini, tanpa Saudi Aramco, dengan target penyelesaian pembangunan pada 2025.

"Mereka bisa memahami ada perbedaan kalau tidak bisa lanjut jangan dipaksa. Para pihak mencoba melakukan negosiasi sampai Juni. Intinya Pertamina tetap komit melakukan kilang Cilacap ini ada atau tidak ada partner. Kita akan jalankan sesuai time line," jelasnya.

Menurut Tallulembang, Pertamina sudah memenuhi permintaan Saudi Aramco untuk menjadi mitranya, yaitu dengan menawarkan insentif pajak, pengadaan lahan dan pemisahan unit usaha. Namun, sampai saat ini masih ada yang mengganjal kerjasama pembangunan kilang dengan nilai investasi USD 5,8 miliar ini, yaitu perhitungan nilai aset Pertamina di proyek tersebut.‎

"Dari 3 itu, semuanya sudah dipenuhi. Tinggal satu yaitu belum ada kesepakatan valuasi aset, nilai kilang eksisting itu berapa yang akan ditransfer ke Joint Venture. Itu yang tidak ketemu sampai sekarang," tuturnya.

Tallulembang mengungkapkan, Pertamina pun telah memiliki nilai aset, baik dihitung secara sendiri maupun konsultan independen berdasarkan rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, nilai tersebut tidak disetujui oleh Saudi Aramco.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini