Pertamina Hulu Rokan Bor 145 Sumur Baru Sejak Awal Tahun

Jumat, 13 Mei 2022 21:14 Reporter : Idris Rusadi Putra
Pertamina Hulu Rokan Bor 145 Sumur Baru Sejak Awal Tahun Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tengah menggenjot progam pengeboran sumur baru. Ini dilakukan untuk memberi kontribusi positif terhadap tingkat produksi Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Sejak awal tahun hingga Rabu (11/5), PHR WK Rokan telah mengebor 145 sumur baru, atau rata-rata lebih dari satu sumur per hari. Kerja keras tersebut untuk mencapai target pengeboran 400-500 sumur baru di WK Rokan pada tahun ini.

Pengeboran sumur-sumur baru di WK Rokan sejauh ini berkontribusi rata-rata lebih dari 12.000 barel minyak per hari (BOPD), sehingga dapat menjaga tingkat produksi di WK migas terbesar kedua di tanah air tersebut.

"Kontribusi dari sumur-sumur pengembangan terus menunjukkan tren menaik. PHR akan menambah rig lagi agar dapat meningkatkan produksi di WK Rokan," ungkap Dirut PHR, Jaffee A seperti ditulis Antara, Jumat (13/5).

Tahun ini, PHR berencana menambah jumlah rig hingga menjadi 26 rig pengeboran dan 47 rig workover/well service (WOWS). Hingga April lalu, PHR mengoperasikan 19 rig pengeboran dan 28 rig WOWS.

2 dari 2 halaman

Dialog dengan Pekerja

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (kanan) berdialog dengan para pekerja ketika mengunjungi salah satu lokasi pengeboran di Lapangan Minas, Kabupaten Siak, Riau, pada Senin (9/5).

Pada kunjungan kerja kali ini, Basuki dan rombongan meninjau salah satu lokasi rig pengeboran di Minas dan berdialog dengan pekerja di lapangan.

WK Rokan menyumbangkan sepertiga total produksi minyak Pertamina atau hampir seperempat produksi nasional dengan rata-rata produksi tahunan sekitar 160 ribu barel minyak per hari (BOPD) untuk periode September-Desember 2021. Seluruh hasil lifting WK Rokan juga diperuntukkan untuk konsumsi kilang domestik Pertamina guna mendukung ketahanan energi nasional.

Jaffee menjelaskan bahwa PHR berhasil meningkatkan kinerja WK Rokan pasca alih kelola. Di antaranya kenaikan tingkat produksi, biaya lifting yang makin rendah, peningkatan nilai investasi dan kegiatan pengeboran secara masif-agresif.

Dia juga menjelaskan peran WK Rokan dalam pengembangan digitalisasi di lingkungan Subholding Upstream Pertamina dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). [idr]

Baca juga:
Komite BPH Migas: Kebutuhan Gas Bumi Selama Lebaran Aman, Tidak Ada Pengurangan
Triwulan I-2022, Produksi Pertamina Hulu Energi Capai 523.000 Barel Minyak per Hari
Uni Eropa Tak Lagi Pakai Minyak dan Gas Rusia di 2027
Realisasi Penerimaan Negara Sektor Hulu Migas Capai Rp62 Triliun
Pandemi dan Unplanned Shutdown jadi Kendala Kinerja Lifting Migas Awal 2022
Pasokan dari Libya dan Rusia Turun, Harga Minyak Dunia Kembali Meroket

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini