Pertamina Belum Selesaikan Negosiasi Harga Lahan untuk Kilang Cilacap

Rabu, 6 November 2019 18:48 Reporter : Merdeka
Pertamina Belum Selesaikan Negosiasi Harga Lahan untuk Kilang Cilacap Kilang. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) masih menyelesaikan pengadaan lahan untuk proyek ‎pengembangan Kilang Cilacap yang masuk dalam program Refinery Development Master Plan (RDMP)‎.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Tallulembang mengatakan, Pertamina sudah menyelesaikan pembebasan lahan untuk pembangunan Kilang ‎Cilacap, namun masih ada sebagian dalam negosiasi harga dengan pemiliknya yang merupakan salah satu perusahaan semen.

‎"Saat ini kami sudah menyelesaikan pengadaan lahan‎," kata Tallulembang, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (6/11).

Menurutnya, untuk mencari kecocokan harga, Pertamina menyerahkan urusan tersebut ke Mahkamah Agung (MA), jika lembaga hukum tersebut sudah mengeluarkan keputusan maka Pertamina akan membayarnya.

"(Masalah itu) terkait dengan harga. Dan berapa putusannya kami bayar,‎" ujarnya.

Dia pun yakin masalah tersebut dapat diselesaikan. Pasalnya, proyek RDMP Kilang Cilacap merupakan prioritas yang menyangkut ketahanan energi nasional. ‎ Meski masih ada sengketa harga, Pertamina sudah melakukan pembangunan di lahan yang sudah dibebaskan.

‎Selain masih negosiasi harga sebagian lahan, Pertamina juga belum mencapai sepakat dengan mitranya Saudi Aramco terkait penetapan nilai aset.
Untuk mencari jalan tengah, kedua belah pihak melibatkan konsultan independen International Financial Advisory Group (IFA).‎ Hasil penilaian aset IFA akan diterbitkan pada bulan ini.

"Jadi hasil IFA keluar bulan ini. Kalau dulu ada perbedaan aset valuasi,"‎ tandasnya.

1 dari 1 halaman

Kerja Sama Pertamina-Aramco Terganjal

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif ingin kerjasama proyek Kilang Cilacap antara PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco harus dipercepat, saat ini kedua belah pihak masih menghitung nilai aset. Dia mengatakan, pembentukan anak usaha untuk menggarap kilang Cilacap harus dipercepat pada tahun ini, agar pembangunan fisiknya bisa segera dimulai.

"Saudi Aramco harus secepatnya harus kita percepat harus signifikan tahun ini," kata Menteri Arifin, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (1/11).

Menurut Menteri Arifin, Pertamina dan Saudi Aramco sudah sepakat menunjuk valuator, untuk mengetahui nilai aset hingga dapat menentukan skema kerjasama. Namun, dia enggan menjelaskan lebih detail.

"Tapi sudah ada kesepakatan untuk bisa masing-masing pakai valuator. Tapi nanti detail ke Pertamina saja," ujarnya.

Sebagai informasi, perkembangan kerjasama PT Pertamina (Persero) dengan Saudi Aramco dalam membangun Kilang Cilacap memasuki babak melibatkan reputable Financial Advisor, dalam rangka finalisasi valuasi dan skema kerjasama. Hal ini untuk menjamin kerjasama pengembangan Kilang Cilacap, akan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Rencana awal perjanjian pembentukan perusahaan patungan antara Pertamina dengan Saudi Aramco akan berakhir di akhir Juni 2019. Namun dengan kesepakatan ini, diperpanjang sampai akhir September 2019.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah akan membentuk Tim gabungan dari Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Pertamina. Dalam melaksanakan tugasnya, tim tersebut akan didampingi oleh BPKP dan Jamdatun untuk memastikan seluruh proses yang dijalankan sesuai dengan aspek GCG dan peraturan perundangan yang berlaku.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Kilang Pertamina Tak Lagi Produksi Euro 2 Mulai 2026
Tanimbar Jadi Lokasi Pembangunan Kilang LNG Blok Masela
Kerjasama Pertamina-Aramco Terganjal Penentuan Nilai Kilang Cilacap
ESDM Optimistis Proyek Pengembangan Kilang Pertamina Selesai Sebelum 2024
Manfaat Pembangunan Kilang untuk Indonesia

Topik berita Terkait:
  1. Kilang
  2. Pertamina
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini