Permintaan Terus Naik, Nusantara Regas-Pelindo Energi Kembangkan Bisnis LNG

Jumat, 9 Desember 2022 16:30 Reporter : Merdeka
Permintaan Terus Naik, Nusantara Regas-Pelindo Energi Kembangkan Bisnis LNG Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Anak usaha Subholding Gas Pertamina, PT Nusantara Regas bersama PT Pelindo Energi Logistik (PEL) menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengembangan bisnis land bases LNG supply point di Tanjung Priok, Jakarta, dan kawasan lainnya.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan bisnis distribusi LNG untuk kebutuhan industri atau ritel dan pelayaran dengan land based supply point di Tanjung Priok.

Direktur Utama PT Nusantara Regas (NR), Harry Budi Sidharta menyampaikan, kebutuhan LNG bagi industri akan semakin berkembang sampai satu MMBTUD pada tahap awal yang sejalan dengan regulasi mengenai pembatasan emisi gas buang kapal dan dibukanya kawasan industri di Jawa. Sehingga penyediaan terminal regasifikasi dan LNG filling station akan menjadi penting.

"Saat ini permintaan untuk bahan bakar kapal laut sampai dengan 6.000 m3 per minggu setara dengan satu kargo per tahun. Permintaan akan terus meningkat dengan makin banyaknya kapal laut berbahan bakar LNG yang sandar di Tanjung Priok. Sebagai gambaran, sampai dengan saat ini NR telah menjalankan usaha penyediaan gas hasil regasifikasi sampai dengan 240 MMBTUD dan akan meningkat sampai dengan 295 BBTUD," ujarnya di Jakarta, Jumat (9/12).

Harry menjelaskan mulai masuknya kapal-kapal berbahan bakar LNG ke terminal Tanjung Priok dan terminal lainnya akan membuka ruang pengembangan bagi perusahaan dalam bisnis penyediaan bahan bakar bunker kapal.

2 dari 2 halaman

Sinergisitas BUMN

Plt Direktur Utama PEL Wayan Mega Budiartha menambahkan kolaborasi NR-PEL merupakan sinergisitas BUMN di sektor energi dan logistik untuk penyediaan energi bersih yang lebih terjangkau.

Penandatanganan MOU juga dihadiri Direktur Strategi Pelindo Prasetyo, Group Head Pengembangan dan Kerja sama Usaha Pelindo Hanny Uktolseya serta jajaran direksi dan manajemen NR.

MoU ini diharapkan bisa mendukung rencana Indonesia mencapai net zero emission, yang membutuhkan LNG sebagai bahan bakar perantara.

"Tantangan dan upaya penyediaan LNG untuk kebutuhan di daerah Jawa bagian barat di masa depan sangat menarik, mengingat kebutuhan yang terus meningkat. Keadaan ini menjadi tantangan bagi perusahaan untuk menangkap peluang usaha yang ada, sehingga terus aktif melakukan kerja sama dengan pihak-pihak potensial untuk pengembangan bisnis ke depan," jelas Harry.

[idr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini