Perkuat Struktur Bisnis, Garuda Indonesia Berencana Hapus Penerbangan ke Eropa

Kamis, 12 Desember 2019 17:13 Reporter : Merdeka
Perkuat Struktur Bisnis, Garuda Indonesia Berencana Hapus Penerbangan ke Eropa Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia (Persero) berencana untuk menghapus rute penerbangan menuju Eropa, untuk memperkuat struktur bisnis perseroan. Hal ini sesuai arahan Menteri Badan Usaha Milik (BUMN) Erick Thohir untuk memperbaiki tubuh Garuda Indonesia.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Polri Ilham Kurniansyah mengatakan, nantinya Garuda Indonesia akan fokus ke dalam rute penerbangan domestik.

"Dalam diskusi pak Menteri sempat tanya, kira-kira apa ruang yang perlu diperbaiki di Garuda. Saya sampaikan dari segi bisnis pertama adalah kita merestrukturisasi fokus bisnis kita, kita akan memperkuat domestik kita tentu sebagai backbond kita," ungkapnya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (12/12).

Dia menjelaskan, Garuda Indonesia juga akan fokus terhadap penerbangan dengan rute Timur Tengah, Asia, South West Pacific, hingga ke negara-negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan. Pikri menggarisbawahi rute penerbangan yang dianggap kurang berdampak secara bisnis.

"Jadi kita akan meninjau Eropa kita, karena memang itu banyak player-nya. Saya kira itu tidak terlalu urgent terbang ke Eropa," ujarnya.

Ide tersebut kini tengah dievaluasi oleh pihak internal Garuda Indonesia. Pikri menekankan, seluruh rencana yang digalang harus membuat perusahaan menjadi lebih sehat. "Itu kan masa datang akan kita bahas khusus. Bisnis model, tadi akan kita evaluasi. Kita akan terbang dengan kompetensi kita, yang terkuat di mana," terang dia.

Sebagai tahap awal, Garuda Indonesia telah menangguhkan rute penerbangan menuju London, Inggris sejak kemarin. "London sudah kita suspend kemarin. (Alasannya?) Kita melihat profitabilitas dan sebagainya," tutup Pikri.

1 dari 1 halaman

Harga Tiket

rev1

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencopot Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara atas penyelundupan onderdil Harley Davidson klasik keluaran 1970an. Pencopotan dilakukan usai audit internal terhadap perusahaan pelat merah tersebut rampung.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani berharap, pencopotan Dirut Garuda Indonesia akan menjadi momentum untuk mendorong penurunan harga tiket. Paling tidak, nantinya harga tiket diharapkan bisa bersaing seperti di negara lain.

"Ya, kita berharap. Paling tidak menjadi kompetitif. Kalau yang kemarin terjadi itu, yang di rasakan masyarakat, memang tiket itu tidak kompetitif," ujar Hariyadi di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/12).

Selama ini, harga tiket di Indonesia tidak seperti negara lain. Di mana, untuk Low Cost Carrier atau pesawat berbiaya rendah biasanya mengenakan harga yang lebih bersahabat dan terjangkau oleh masyarakat.

"Dibandingkan dengan rute yang sama di ASEAN maupun Eropa sama-sama penerbangan 1 sampai 2 jam, kalau bicara LCC kita lebih mahal. Pokoknya di mana tidak ada kompetisi pasti harganya mahal. Kalau ada kompetitor, harga murah," jelasnya.

Harga tiket pesawat mahal membuat masyarakat menderita. Terutama wilayah Indonesia bagian Timur. "Tidak fair lah rakyat dirugikan. Apalagi wilayah timur sangat terganggu banget. Terjadi penurunan kunjungan traveler," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Cuitan @Digeeembok Viral, Begini Respons Serikat Pekerja Garuda Indonesia
Jokowi Sebut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Garuda Urusan Polisi
Serikat Pekerja Serahkan Kasus Garuda Indonesia Diproses Aparat Hukum dan Pemerintah
KPK Panggil 7 Eks dan Pejabat PT Garuda Indonesia
Anak Iis Dahlia Kesal Ayahnya Dikaitkan Kasus Harley di Garuda: Jangan Pada Sok Tahu!
Erick Thohir Mulai Singgung Pelecehan Seksual di Perusahaan BUMN

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini