Perekonomian Indonesia memasuki fase baru

Senin, 23 September 2013 22:02 Reporter : Sri Wiyanti
Perekonomian Indonesia memasuki fase baru Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Turbulensi yang tengah dihadapi perekonomian Indonesia saat ini merupakan fase yang harus dilalui untuk menemukan titik equilibrium yang baru. Fase saat ini bukan lagi fase mendorong pertumbuhan ekonomi, melainkan menekan pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil di tengah gejolak perekonomian dunia.

Fase ini juga dipercaya akan merubah pola industri perbankan dalam mengembangkan bisnisnya. Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaadmaja mengakui, perubahan fase ini akan berpengaruh terhadap kinerja perbankan. Utamanya dalam menghimpun dana masyarakat dan penyaluran kredit.

"Laba bukan siklus. Dari segi profitabilitas kuartal I 2013 kecil, tapi nanti terus meningkat sampai akhir tahun. Ini era baru, beda. Jadi tidak tahu bagaimana ke depan," kata Jahja di Jakarta, Senin (23/9).

Sebagai upaya menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri agar tetap stabil di tengah gejolak perekonomian global, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 7,25 persen secara bertahap dari semula 5,75 persen.

Naiknya suku bunga acuan BI berdampak pada kenaikan suku bunga simpanan dan suku bunga kredit. Dengan naiknya suku bunga kredit, otomatis sektor industri akan berhitung ulang dalam mengembangkan bisnisnya mengingat pelaku industri harus mengembalikan pinjaman bank dengan bunga yang lebih tinggi. Kondisi inilah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi melambat.

Selain itu, pemerintah juga sedang berupaya menekan laju pertumbuhan ekonomi agar defisit transaksi berjalan bisa diupayakan berada di bawah 2 persen. Kebijakan ini pun dipercaya akan berimbas pada sektor perbankan Tanah Air.

"Pada akhirnya akan mengarah kepada bagaimana memanage portfolio kredit, bunga, biaya, dan lain-lain. Kalau melihat situasi valas, kita akan equilibrium baru," jelas Jahja.

[noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. BCA
  3. Ekonomi Indonesia
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini